Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Senin, 28 Juni 2021 | 21:20 WIB
Ilustrasi organ intim wanita. (Shutterstock)

Gonore merupakan infeksi menular seksual yang sangat menular di mana kebanyakan tak menimbulkan gejala apa pun, tapi bisa mengundang keputihan, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri ketika berhubungan seks vaginal. 

Pada perempuan, gonore harus diwaspadai bisa menyebar ke dalam rahim atau saluran tuba dan menyebabkan penyakit radang panggul (PID). 

ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Vulvodynia

Pada vulvodynia, perempuan mengalami nyeri kronis atau ketidaknyamanan pada vulva tanpa diketahui penyebabnya. Gejalanya antara lain rasa terbakar, perih, kesat, pegal, bahkan bengkak. 

Baca Juga: Vagina Tidak Nyaman Usai Olahraga, Waspadai Gangguan Ini

Kondisi ini perlu ditangani pada waktu yang tepat. Kalau tidak, ini bisa menjauhkan Anda dari hubungan intim dengan pasangan dan menimbulkan kecemasan.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur bisa terjadi karena pertumbuhan berlebih dari jamur candida yang cenderung hidup di dalam tubuh seperti mulut, tenggorokan, usus, dan vagina pada kulit.

Beberapa faktor seperti antibiotik, kehamilan, diabetes yang tidak terkontrol, atau sistem kekebalan yang melemah bisa merusak keseimbangan bakteri di vagina, dan menyebabkan ragi berkembang biak saat vagina basah.

Kondisi ini menimbulkan gejala seperti gatal, bau busuk, nyeri, pegal, dan rasa tidak nyaman ketika buang air kecil. 

Baca Juga: Jaga Vagina agar Tak Bau, Yuk Konsumsi 5 Asupan Berikut

Load More