SuaraJogja.id - Penutupan jalan yang diberlakukan di Jogja seiring dengan penerapan PPKM Darurat berimbas pada aktivitas sejumlah driver ojol yang biasa mengantar pelanggan atau mengantarkan pesanan online.
Hal tersebut seperti diungkapkan oleh salah seorang driver ojol Gilang. Ia menyebut rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan yang diterapkan tersebut selain membuat operasionalnya membengkak juga membuat orderannya menurun.
"Dampaknya kalau dapat orderan baik penumpang atau makanan, kami terpaksa harus cari jalan lain," kata seorang driver ojol, Gilang kepada SuaraJogja.id, Kamis (8/7/2021).
Gilang menyebutkan, sehari-harinya dia biasa mencari penumpang di wilayah Kota Jogja hingga Sleman. Namun, dengan adanya penerapan PPKM darurat ini membuat jumlah pesanan yang diterima berkurang drastis.
"Kalau pas lagi sepi banget enggak ada orderan yang masuk. Dalam sehari ini paling enggak ada dua atau tiga orderan lah," ucapnya.
Menurutnya, penutupan ruas jalan pada jam-jam tertentu juga berdampak terhadap target pesanan. Ia mencontohkan, untuk bisa mencapai poin yang ditentunkan oleh aplikator, minimal harus ada lima orderan.
"Tapi karena ada penutupan jalan yang lebih awal target tersebut bisa tidak tercapai. Saya berangkat ngebid (mulai bekerja) sekitar pukul 09.00 WIB, kalau sore sudah ditutup gimana mau capai poin," keluhnya.
Seperti diketahui, seiring adanya penerapan PPKM darurat 3-20 Juli 2021. Pemerintah daerah memutuskan untuk melakukan rekayasa jalan, termasuk diantaranya menutup jalur utama yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Untuk di wilayah Kota Jogja ruas jalan yang dilakukan rekayasa yakni Jalan RE Martadinata (simpang empat Wirobarajan) dari arah barat dialihkan, Pingit ke Selatan arah Jalan Tentara Pelajar dialihkan, Tugu Pal Putih ke selatan dialihkan, simpang tiga Gejayan arah ke barat ditutup, simpang Muja-Muju dialihkan ke utara/selatan, Jalan Imogiri Barat masuk ke arah Kota Jogja dialihkan selama 24 jam, begitu juga dengan Jalan Parangtritis ke arah kota. Kelima ruas jalan yang ditutup di Kota Jogja ditutup mulai pukul 16.00-06.00 WIB.
Baca Juga: Order Sandiwara demi Adik, Customer Ini Buat Driver Ojol Kagum
Sementara ruas jalan yang ditutup di Kabupaten Sleman antara lain Jalan Adisucipto simpang Janti dari arah timur akan dialihkan, Jalan Seturan dari arah utara akan dialihkan, Jalan Affandi di simpang Condong Catur dari arah utara akan dialihkan, Jalan Kaliurang di simpang empat Kentungan dari arah utara akan dialihkan dan Jalan Nologaten dari arah selatan akan dialihkan. Penutupan jalan dimulai pukul 20.00-24.00 WIB.
Untuk di Bantul, yang ditutup adalah ruas jalan Paseban, simpang Klodran, simpang Gose, dan simpang BPN. Penutupan jalan dimulai pukul 20.00-05.00 WIB.
Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, ada empat ruas jalan yang disekat, yaitu dari Jalan Solo, Jalan Magelang, Jalan Parangtritis, dan di Wirobrajan. Upaya penyekatan dilakukan untuk meredam aktivitas atau mobilitas masyarakat dan mengondisikan agar masyarakat tetap berada di rumah sehingga membantu menurunkan potensi penularan Covid-19.
"Kami ingin membatasi mobilitas yang tidak perlu sangat dibutuhkan pada masa-masa seperti ini (tingginya jumlah kasus Covid-19 di DIY)," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Copot Kapolres Sukoharjo Tak Cukup, Penggeledahan Ponpes Disebut JPW Efek Mutasi Awur-awuran
-
Generasi Muda Mulai Apatis terhadap Tuhan, Muhammadiyah Jawab Fenomena Agnostisisme dengan ChatHPT
-
RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat