Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:21 WIB
Dosen UGM pejuang Papua Bambang Purwoko wafat. [Istimewa PPKK Fisipol UGM]

Disebutkan Paripurna bahwa sepengetahuannya almarhum sudah sekitar 4 tahun yang lalu mulai bergerak di bidang tersebut. Bahkan Bambang turut berperan dalam membantu warga Papua saat terjadi demo besar-besaran di Jogja beberapa waktu silam.

"Pada waktu ada demo besar-besaran Papua itu di Jogja itu, ada kerusuhan itu kita dengan bantuan artinya rektorat dengan bantuan Pak Bambang Purwoko mengundang semua mahasiswa Papua yang di UGM. Kemudian kita bertanya kepada mereka apa yang bisa kita lakukan. Bagaimana kondisi mereka, ya mereka baik-baik saja. Ada satu dua yang pulang karena ketakutan tapi lainnya bisa kita pertahankan," urainya.

Dengan berbagai kiprahnya tersebut, Paripurna tidak menampik bahwa Bambang Purwoko telah memberikan kontribusi yang besar kepada UGM dan termasuk juga kepada masyarakat Papua.

"Jadi peran beliau sangat besar. Beliau adalah bapaknya semua mahasiswa Papua di UGM," tegasnya.

Baca Juga: Tambah Shelter Covid-19, UGM Ubah Wisma Kagama dan UC Hotel Jadi Tempat Isolasi

Paripurna mengatakan Bambang yang juga diundang sebagai Tim Gabungan Pencari Fakta bahkan sempat mengalami insiden tertembak di kaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugasnya.

"Perannya besar sekali. Kita kehilangan sekali karena UGM itu menaruh perhatian besar kepada masyarakat Papua," tuturnya.

Mengenai pemakaman, ditambahkan Paripurna, almarhum Bambang akan langsung dimakamkan sesuai dengan prosedur protokol kesehatan.

"Iya saya kira begitu, [pemakaman] prosedur prokes ini," tandasnya.

Baca Juga: dr Lois Bilang Interaksi Obat Picu Kematian Pasien Covid-19, Ini Kata Pakar Farmasi UGM

Load More