- DIY resmi menjadi embarkasi dan debarkasi haji mulai 2026 melalui YIA, didukung uji coba operasional yang sukses.
- Karena kuota mandiri kurang, Pemda DIY bekerja sama dengan Karesidenan Kedu (Jateng) untuk memenuhi syarat minimal jemaah.
- Pengelolaan embarkasi akan menggunakan hotel sekitar bandara sebagai asrama sementara, sebuah konsep efisien pertama di Indonesia.
SuaraJogja.id - DIY resmi menyandang status sebagai embarkasi dan debarkasi haji mulai musim haji 2026. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Bandar Udara Embarkasi dan Debarkasi, yang menunjuk Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sebagai titik keberangkatan dan kepulangan jemaah haji.
"Embarkasi haji di YIA sudah dua kali uji coba dengan sekitar 300 jemaah dan berjalan lancar. Ini menjadi dasar secara teknis dan operasional, YIA siap menjadi embarkasi," papar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana di Yogyakarta, Senin (13/1/2026).
Status embarkasi tersebut sudah disiapkan sejak 2022 dan dilalui melalui berbagai tahapan. Mulai dari koordinasi lintas instansi, simulasi teknis, hingga uji coba lapangan yang melibatkan ratusan jemaah.
Salah satu syarat sebuah daerah dapat menjadi embarkasi haji adalah memiliki minimal 4.000 jemaah atau sekitar 10 kloter. Sementara kuota DIY berada di kisaran 3.700 jemaah, sehingga tidak mencukupi secara mandiri.
Untuk itu, Pemda DIY menjalin kerja sama dengan Karesidenan Kedu di Jawa Tengah, yang meliputi enam kabupaten, agar jumlah jemaah yang diberangkatkan dari YIA memenuhi syarat minimal tersebut.
Pemda DIY bekerja sama dengan hotel-hotel di sekitar bandara untuk menjadi tempat embarkasi atau asrama sementara. DIY memilih model hotel sebagai pengganti asrama haji konvensional karena dinilai lebih efisien dan nyaman bagi jemaah.
Jemaah bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia tanpa harus membangun infrastruktur baru yang memerlukan biaya besar. Konsep ini termasuk baru dan menjadi yang pertama di Indonesia.
Langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi. Sebab untuk membawa jemaah haji digunakan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777 yang dapat mengurangi jumlah penerbangan.
Selain meningkatkan kemudahan akses bagi jemaah, keberadaan embarkasi haji di Yogyakarta juga diproyeksikan mendorong ekonomi lokal, khususnya di Kulon Progo. Kebutuhan jemaah terhadap busana haji, logistik, hingga oleh-oleh diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Tendangan Kungfu Berujung Sanksi Seumur Hidup, KAFI Jogja Pecat Dwi Pilihanto
"Kerjasama hotel, angkasa pura, destinasi wisata pariwisata diharapkan dapat menjadi penggerak pengembangan destinasi wisata di DIY," ungkapnya.
Sementara PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyatakan kesiapan penuh mendukung pengembangan YIA sebagai embarkasi haji.
Direktur Utama Angkasa Pura Indonesia, Muhammad Rizal Pahlevi, mengatakan penggabungan PT Angkasa Pura I dan II menjadi satu entitas justru memperkuat koordinasi dan efektivitas pengelolaan bandara.
"Sekarang dari dua menjadi satu, sehingga koordinasinya lebih mudah. Dari sisi kapasitas, slot, runway, imigrasi, karantina, hingga bea cukai, semuanya siap mendukung layanan penerbangan tambahan, termasuk untuk haji," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga siap bersinergi dengan program Pemda DIY untuk membangun ekosistem terintegrasi antara bandara, pariwisata, hotel, dan aktivitas ekonomi. Dengan demikian dapat meningkatkan potensi daerah secara terintegrasi.
"Kami siap untuk memberikan layanan penerbangan tambahan karena saat ini kapasitasnya masih sangat mumpuni dan memadai," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Waktu Berbuka Tiba! Cek Jadwal Magrib dan Doa Buka Puasa Ramadan 27 Februari 2026 di Jogja
-
Skandal Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bawaslu Tegaskan 'Nihil Pelanggaran' di Pilkada 2020
-
Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
-
Kronologi Pemuda Nekat Tusuk Juru Parkir di Sleman, Tak Terima Ditegur?
-
6 Fakta Insiden Penganiayaan di Jalan Godean Sleman yang Viral di Media Sosial