Kus menjelaskan bahan-bahan makanan yang digunakan tersebut memanfaatkan dukungan dari para petani yang ada di lingkungan sekitarnya. Lalu pihaknya bekerja sama dengan warung Pojok Taraman untuk kemudian memasak bahan-bahan itu.
"Kita bekerja sama dengan warung Pojok Taraman. Terus kita sounding dia bisa apa lalu bisa masak lalu kita inisiasi petani sebelah lalu mengambil bahan bakunya untuk diolah. Nah olahan itu kita berikan ke warga yang terpapar Covid-19," paparnya.
Kus tidak menampik bahwa dana yang digunakan memang bersumber dari dana swadaya. Namun tetap ada dana awal dalam artian investor yang mengawali.
Jadi selain membanti warga yang terpapar Covid-19 di lingkungannya, Sebisanya juga turut membantu para petani dengan melarisi bahan-bahan pangannya.
"Dari petani, punya apa seumpamanya mereka punya sayur atau buah lalu dibeli. Jadi paling engga kita mulai dari diri sendiri bisa apa, kalau semua bisa apa digabungkan saya yakin kita bisa. Biar pandemi ini segera berakhir," tegasnya.
Disebutkan Kus, pihaknya pun telah melakukan riset untuk menyediakan bantuan permakanan bagi warga terdampak Covid-19 tersebut. Selain agar tetap bisa menikmati makanan yang diberikan tapi juga menambah gizi untuk meningkatkan imun.
"Yang jelas ada protein cukup, nasi juga agak banyak, sebenarnya bukan masalah rasa. Kalau isoman kan indera pengecap ilang. Yang jelas kandungan itu protein tinggi, daging ada, sayur ada, pilihan vitamin mencukupi agar imunnya kuat. Lalu kita tambah minumnya kunyit sama asem itu pasti ada di tempat kami," terangnya.
Kus menegaskan alasan ia dan koleganya bergerak bukan untuk menghakimi pemerintah. Melainkan memang murni sebagai semangat dari teman-teman.
"Inisiator lalu mengiyakan nah dari situ gayung bersambut. Kalau menghakimi pemerintah bukan wilayah kita. Apa aja yang kita bisa semoga temen-temen yang lain juga bisa," ucapnya.
Baca Juga: Corona Masih Mengintai, 300 Warga Kabupaten Malang Isolasi Mandiri
Ditambahkan Kus, respon masyarakat pun selalu baik dari hari ke hari. Hal itu dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah permintaan bantuan bagi warga isoman.
"Respon masyarakat dari hari ke hari baik terus. Terbukti dari peningkatan permintaan ya. Kita dari dulu 100, 110, 120 tambah menjadi 150. Itu responnya pasti bagus. Insya Allah kita akan membantu semampu kita tapi sampai hari ini terpenuhi semua," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Corona Masih Mengintai, 300 Warga Kabupaten Malang Isolasi Mandiri
-
Tolong! Pemkab Kukar Butuh Alat Ini untuk Pantau Warganya yang Jalani Isoman di Rumah
-
Bobby Nasution Jalani Isoman, Begini Kondisinya
-
Isolasi Mandiri Saat Terpapar Covid-19, Dokter Faheem: Jangan Konsumsi Antibiotik
-
Sudah Negatif Covid-19, Tya Ariestya Bahagia Bisa Kumpul Bareng Suami
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
Terkini
-
Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Benefit Perjalanan
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia