Dikatakannya, proses rukti jenazah pasien Covid-19 tentu berbeda dengan merukti jenazah biasa. Sebab, risiko untuk terpapar Covid-19 cukup besar. Sehingga guna meminimalisir risiko tersebut, ada sejumlah upaya yang dilakukan seperti jenazah tidak dimandikan memakai air.
"Jenazahnya enggak dimandikan pakai air tapi disucikan dengan cara tayamum. Kemudian dikafani serta jenazah harus dimasukkan ke dalam peti sebagai bagian dari protokol," paparnya.
Mensucikan jenazah dengan cara tayamum, menurut Rahma, terasa berat. Pasalnya, jika jenazah dimandikan maka airnya bisa kemana-mana, dan itu cukup berbahaya.
"Sebenarnya berat, mensucikan jenazah dengan tayamum tetapi mau gimana lagi, itu yang terbaik. Sebelum memulai, kami biasanya minta maaf kepada keluarganya," jelas dia.
Selain itu, proses rukti biasanya dikerjakan di dalam ruangan, untuk menyempurnakan jenazah, diberi klorin, kapas, dan semua lubang ditutup. Tujuannya supaya tidak terjadi infeksius yang bisa menular ke orang lain.
"Kami tidak mau mengambil risiko itu," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Hibahkan Tanah untuk Pemakaman Jenazah Covid-19, Jusuf Hamka Ungkap Alasan Haru
-
Terus melonjak! Kasus Covid-19 di Bantul Tembus 40 Ribu Orang
-
Ibu Muda di Bantul Kehilangan 4 Anggota Keluarga Dalam 20 Hari Akibat Paparan Covid-19
-
Terdampak PPKM Level 4, Ratusan Anggota Pokdarwis Hutan Pinus Mangunan Mengundurkan Diri
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata