SuaraJogja.id - Dewan Penasehat Shelter Syantikara Ambrosius Koesmargono memastikan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara yang dijadikan shelter Covid-19 tidak terbatas melayani masyarakat dengan latar belakang tertentu saja. Melainkan pelayanan untuk pasien isolasi nantinya akan lintas batas.
"Pelayanan pasien lintas batas tidak ada ketentuan harus Kristen, Katolik, pokoknya kami menerima semua. Kami disatukan dalam keprihatinan yang sama untuk berbelarasa dan ambil bagian untuk Indonesia sehat," kata Koesmargono kepada awak media, Jumat (30/7/2021).
Tidak hanya dari sisi pasien saja, Koesmargono menjelaskan bahwa Selter Syantikara juga bekerjasama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan lain. Tidak hanya terkhusus perawat atau suster yang berada di lingkungan yayasan saja.
Sejumlah pendukung Shelter Syantikara sendiri di antaranya mulai dari Srikandi Lintas Iman, Gusdurian, Solidaritas Perempuan hingga sejumlah civitas akademik di Yogyakarta.
"Bahkan beberapa relawan juga datang, kami bekerjasama dengan Gusdurian dan lain sebagainya. Jadi tanpa ada pembatasan pokoknya yang penting adalah yang bersangkutan berkesesakan hidup. Artinya memang tidak mungkin untuk isoman," ucap pria yang juga menjabat Ketua Yayasan Panti Rapih tersebut.
Disampaikan Koesmargono, sebenarnya Syantikara sendiri sebelumnya sering digunakan untuk tempat retret atau kegiatan rohani. Sehingga memang sejumlah fasilitas sudah tersiapkan dengan baik.
Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Shelter Syantikara Agus Wijanarko menambahkan hingga saat ini setidaknya sudah ada sejumlah 90 relawan yang mendaftar untuk membantu operasional selter. Semua relawan itu berasal dari berbagai kalangan dan dibagi sesuai dengan ketugasan masing-masing nantinya.
"Jumlah relawan saat ini ada sekitar 90 relawan, ada dokter, perawat, gizi, pegawai, petugas keamanan dan sebagainya," kata Agus.
Sejumlah dokter spesialis hingga psikolog juga akan turut membantu memantau kondisi pasien yang sedang menjalani isolasi. Pihaknya tidak menutup kemungkinan masih bisa menambah jumlah relawan untuk membantu operasional selter ketika sudah dibuka bagi masyarakat umum nantinya.
Baca Juga: Selain Vaksin, Ketersediaan Obat Antivirus di Sleman juga Mulai Menipis
"Kalau jumlah tenaga dari medis keperawatan akan mengikuti dinamika yang ada," ungkapnya.
Agus menuturkan selter ini telah berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Sleman. Selain itu Selter Syantikara juga telah masuk ke dalam pendataan Dinas Sosial DIY.
Disebutkan Agus, Shelter Syantikara sudah dapat dibilang siap untuk menjadi rujukan bagi pasien Covid-19. Khususnya bagi yang bergejala ringan atau tanpa gejala.
Nantinya warga yang terpapar Covid-19 bisa memeriksakan diri ke Puskesmas Depok 1, Puskesmas Depok 2 atau Puskesmas Depok 3 untuk selanjutnya mendapat rujukan ke selter.
Namun, kata Agus, tidak hanya khusus bagi masyarakat atau pasien yang memeriksakan diri ke sejumlah puskesmas itu saja yang bisa dirujuk ke Selter Syantikara. Pihaknya juga membuka bagi pasien yang telah memiliki hasil pemeriksaan di rumah sakit jejaring Yayasan Panti Rapih.
"Jadi dikhususkan bagi pasien yang tidak bisa isoman di rumah. Entah karena keterbatasan rumahnya kecil atau keterbatasan pelayanan makanan," jelasnya.
Berita Terkait
-
Israel Kasih Dosis Ketiga Booster Vaksin Covid-19 Untuk Usia 60 Tahun ke Atas
-
Insentif Nakes di Serang Diduga Disunat, Disuruh Bikin Rekening Tapi Tak Boleh Pegang ATM
-
Fakta Baru Foto-foto Ruang Isolasi Covid-19 RSUD dr Soetomo Surabaya Mulai Melompong
-
Suami Meninggal Diduga Akibat Human Error Nakes Vaksin Corona, Uswah: Kami Minta Keadilan
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Kisah Haru Fauziah: Hampir Gagal Mudik Akibat Banjir, Diselamatkan Program Kampus UMY
-
Tips Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global Menurut Ketum PERBANAS Hery Gunardi
-
5 Fakta Terkuaknya Kasus Penganiayaan Berat di Bantul: Dua Pelaku dengan Peran Berbeda
-
Fuso Berkah Ramadan: Sun Star Motor Sleman Pererat Silaturahmi dengan Konsumen Lewat Promo Menarik
-
BRI Perkuat New Growth Engine melalui BRIVolution Reignite, Laba Anak Usaha Capai Rp10,38 Triliun