Koordinasi dengan rumah sakit rujukan Covid-19 akan terus dilakukam sebagai antisipasi perburukan kondisi pasien. Dengan didukung oleh pemantauan yang rutin dari dokter yang bertugas di shelter.
Senada, Bidang Kesekretariatan Shelter Syantikara, Sr. Birgitta Diah Juliati, CB menuturkan dari segi fasilitas juga sudah dipersiapkan dengan baik mulai dari kamar mandi, area mencuci dan menjemur pakaian. Sirkulasi udara di masing-masing paviliun juga dipastikan sudah cukup baik.
Disiapkan pula alat pemantau kesehatan mandiri berupa pengukur tekanan darah digital, termometer dan oksimeter. Tidak lupa sudah dengan termasuk pemenuhan asupan dan gizi.
Selter pun juga sudah didukung dengan pemasangan jaringan internet yang memadahi untuk memudahkan berkomunikasi. Baik untuk mengetahui kondisi terbaru atau digunakan menghubungi keluarga.
"Pasien isolasi mandiri tidak dipungut biaya. Pasien bisa berkonsultasi pada penanggung jawab layanan melalui WhatsApp," ujar Birgitta.
Birgitta menyampaikan dari sisi pengawasan akan ada dokter yang selalu bertugas setiap pagi di selter. Dokter tersebut akan memantau kesehatan pasien yang masih menjalani isolasi ataupun yang sudah menyelesaikan masa isolasi dengan memeberi surat keterangan.
Perlu diketahui bahwa Shelter Syantikara yang berlokasi di Jalan Kolombo CT VII/001 Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman tersebut berkapasitas sebanyak 82 kamar. Setiap kamar tidur dapat digunakan untuk maksimal dua orang.
Berdasarkan rencana, penerimaan pasien isolasi secara resmi akan dimulai pada tanggal 1 Agustus 2021 mendatang.
Baca Juga: Selain Vaksin, Ketersediaan Obat Antivirus di Sleman juga Mulai Menipis
Berita Terkait
-
Israel Kasih Dosis Ketiga Booster Vaksin Covid-19 Untuk Usia 60 Tahun ke Atas
-
Insentif Nakes di Serang Diduga Disunat, Disuruh Bikin Rekening Tapi Tak Boleh Pegang ATM
-
Fakta Baru Foto-foto Ruang Isolasi Covid-19 RSUD dr Soetomo Surabaya Mulai Melompong
-
Suami Meninggal Diduga Akibat Human Error Nakes Vaksin Corona, Uswah: Kami Minta Keadilan
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP
-
BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026
-
Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong
-
BRI Terus Lakukan Buyback Saham, Fundamental Perseroan Jadi Penopang Pertumbuhan
-
JPW Desak Ketegasan Polda DIY Tindak Parkir Liar Selama Operasi Patuh Progo 2026