Menurutnya, pemilihan wasit di ajang kelas dunia semacam olimpiade tidak bisa sembarangan. Maka dari itu, kata Wahyana, bisa terlibat di dalam olimpiade adalah suatu kebanggaan tersendiri dari.
"Kalau menurut saya di events besar seperti Asean Games, Olimpiade, ini memang kenangan luar biasa. Hampir semua wasit itu mendambakan bisa bertugas di olimpiade karena ini merupakan event tertinggi di dunia dan tidak semua wasit bisa terpilih untuk tugas di olimpiade," tegasnya.
Mantan Atlet Voli Banting Setir
Lebih jauh sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia perwasitan, Wahyana sendiri merupakan atlet voli. Namun, cedera engkel yang cukup lama membuatnya mengubah haluan.
"Iya [dulu atlet voli], tapi karena cedera angkel cukup lama dan tidak sembuh-sembuh, maka dokter menyarankan untuk tidak melanjutkan di voli," ungkapnya.
Wahyana, yang berhenti menjadi atlet voli pada tahun 90-an tersebut, lantas mencoba mencari olahraga lain. Pasalnya, ia merasa kurang fit ketika sudah cukup lama berhenti bermain voli.
"Saya cedera itu tahun 90-an, terus berhenti, beberapa saat tidak olahraga kemudian kok badannya tambah gemuk, habis jadi atlet kan kalau enggak olahraga jadi gemuk. Nah teman-teman mengajak untuk gerak, ngajaklah main badminton," ucapnya.
Setelah cukup lama berkecimpung di dunia bulu tangkis, Wahyana lantas mendapat tawaran. Bukan untuk menjadi atlet bulu tangkis tetapi berada di sisi lapangan sebagai wasit.
Namun saat itu Wahyana menyebut tidak langsung menjadi wasit. Ia harus merasakan terlebih dulu menjadi hakim garis selama kurang lebih dua tahun.
Baca Juga: Deretan Bonus dari Brand Indonesia untuk Greysia/Apriyani usai Sabet Emas Olimpiade Tokyo
"Saya dua tahun di tingkat kabupaten itu, pada tahun 1998-2000 jadi hakim garis. Terus ada ujian wasit itu ikut dan alhamdulillah lulus terbaik," imbuhnya.
Semenjak dari situ berbagai ajang kejuaraan bulu tangkis diikuti oleh Wahyana. Mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON), Pesta Olahraga Asia Tenggara atau biasa disingkat SEA Games, Asian Games dan yang terbaru Olimpiade Tokyo 2020.
Di samping itu ada juga kejuaraan dunia bulu tangkis mulai dari Thomas dan Uber Cup, Sudirman Cup, HSBC BWF World Tour Finals dan masih banyak lagi. Jika dihitung secara keseluruhan ada sebanyak 75 turnamen yang telah Wahyana ikuti sebagai wasit.
Di Olimpiade Tokyo sendiri, kata Wahyana, ia memimpin sejumlah pertandingan.
"Cukup banyak (saat Olimpiade Tokyo) karena di sini kompetisi mulai tanggal 24 Juli sampai 2 Agustus. Sehari rata-rata 3-4 pertandingan," jelasnya.
Wahyana menuturkan perbedaan yang paling terasa saat memimpin sejumlah pertandingan di Olimpiade Tokyo adalah kehadiran penonton. Pasalnya pandemi Covid-19 yang masih berlangsung membuat penonton bulu tangkis tidak bisa hadir secara langsung di stadion.
Berita Terkait
-
Deretan Bonus dari Brand Indonesia untuk Greysia/Apriyani usai Sabet Emas Olimpiade Tokyo
-
Crazy Rich Malang Beri Bonus Rp 500 Juta ke Greysia Polii dan Apriyani Rahayu
-
Tak Mudah Bisa Juara di Olimpiade, Ini Kisah Apriyani Rahayu
-
Olimpiade Tokyo: Tim Israel Minta Maaf usai Lakukan Aksi Konyol di Ranjang
-
Film Pendek Eko Yuli Irawan: Kisah Perjuangan Lifter Terbaik Indonesia
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Sah! YIA Resmi Jadi Embarkasi Haji Mulai 2026: Apa Dampaknya Bagi Jemaah dan Ekonomi Lokal?
-
Niat ke SPBU Berujung Maut, Pemotor 18 Tahun Tewas Tertabrak Bus di Temon Kulon Progo
-
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya