"Tentunya kalau tidak ada pendapatan kami juga harus mencari donasi atau menjual aset. Ini kita mencoba melatih mereka untuk mau mengurangi beban, yang biasa pakan rumput itu dicarikan karena karyawan diliburkan ya dia rumput nyari sendiri. Tetep nanti sore dikasih makan dalam bentuk konstentrat supaya fisiknya tetap terjaga," terangnya.
Dengan aksi protes ini, Akbar meminta kepada pemerintah untuk tidak memperpanjang PPKM kembali. Pihaknya memastikan tidak akan membuat protes dengan turun ke jalan atau dalam bentuk anarkis tapi hanya dengan melibatkan satwa mereka.
"Kami tidak akan protes dalam bentuk anarkis kami tidak protes dalam bentuk melecehkan siapapun, tapi kita akan protes dengan cara kita sendiri yaitu dengan cara melepaskan perwakilan satwa kami yang totalnya 350 sebagian dari divisi mereka, ada dari kuda, reptil, musang, kambing, kelinci, ayam kita lepaskan di alam terbuka yang ada di kawasan mini zoo ini," tegasnya.
Jika memang nantinya PPKM masih akan diperpanjang kembali, Akbar menyatakan bukan tidak mungkin akan ada aksi-aksi protes selanjutnya. Bahkan dengan melibatkan lebih banyak hewan lagi yang masih berada di kandang.
"Terpaksanya nanti ternyata ini tetep diperpanjang terus sampai kami betul-betul tidak ada bantuan donasi berkurang, kita akan membuat aksi yang lebih besar lagi. Ini kan hanya perwakilan, nanti akan kota buat aksi yang lebih besar dengan datangkan kambing, sapi, satwa yang masih di kandang akan dicoba dikeluarkan," lanjutnya.
Namun Akbar menegaskan bahwa aksi protes itu hanya aksi damai saja yang menuntut agar PPKM tidak lagi diperpanjang. Sebab dampak perpanjangan PPKM tidak hanya kepada pengelola saja tetap juga para satwa yang ada.
"Dampaknya tidak hanya ke manusianya tapi juga ke satwa-satwa kami yang ada di tempat ini. Kalau karyawan itu tanggungjawab manajemen tapi kalau satwa ini kan bisa siapapun yang peduli atau cinta satwa itu punya hak untuk membantu satwa-satwa yang ada di tempat kami ini," tandasnya.
Berita Terkait
-
Keberatan PPKM Diperpanjang, Objek Wisata di Banyumas Ini Kirim DM ke Jokowi
-
Pedagang Pasar Tradisional di Medan Angkat Bendera Putih: Mati Pelan-Pelan!
-
Kritisi Menkeu Soal PPKM, PKS: Kebijakan Berubah-ubah karena Pemerintah Hindari Karantina
-
Ini Sistem Kerja ASN di Masa PPKM Level 4, Termasuk di Pemkot Bandar Lampung
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan
-
Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street
-
BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi USD6,9 Miliar
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa