SuaraJogja.id - Warga Kabupaten Bantul yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah akan diberi obat Favipiravir. Favipiravir sendiri merupakan obat antivirus untuk mencegah influenza atau anti influenza yang telah dikembangkan Jepang sejak tahun 2004 silam.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo menuturkan bahwa mulai bulan ini pihaknya akan memberi Favipiravir bagi orang yang sedang isoman. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.
"Mulai bulan ini kami akan bermanuver sesuai kebijakan pusat terkait dengan obat Favipiravir," ujarnya, Kamis (5/8/2021).
Alasan pemberian obat itu kepada orang yang isoman karena sekarang banyak yang mengalami gejala sedang hingga berat. Padahal awalnya Favipiravir hanya untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan gejala berat.
"Untuk itu, sekarang yang isoman di rumah pun butuh mengkonsumsi Favipiravir," jelasnya.
Selain itu, pihaknya selalu meminta obat-obat antivirus ke pemerintah pusat seperti Oseltamivir, Azithromycin, dan vitamin. Namun, untuk bisa mendapatkannya harus melalui Pemda DIY.
"Obat Covid-19 dari pusat dikirim ke provinsi lalu didistribusikan ke kabupaten. Intinya obat-obat antivirus yang sudah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kami minta semua," kata dia.
Agus menegaskan jika stok obat untuk Covid-19 di Bantul masih cukup sampai pertengahan Agustus 2021.
"Obatnya masih bisa sampai pertengahan Agustus dan selalu kami minta," katanya.
Baca Juga: Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Menko PMK Minta Puskesmas Sedia Oksigen dan Obat Antivirus
Dia menambahkan, TNI juga membantu memberi obat kepada orang yang sedang menjalani isoman di rumah. Meski demikian, TNI harus tetap berkoordinasi dengan puskesmas setempat terkait dengan dosisnya.
"Supaya tidak ada duplikasi obat karena yang tahu dosisnya kan puskesmas, disesuaikan dengan gejalanya. Sampai hari ini masyarakat yang isoman masih bisa dipantau dan diberi obat," katanya.
Seperti diketahui, Dandim 0729 Bantul Letkol Inf Agus Indra Gunawan menyebutkan, terdapat 330 boks paket yang sudah didistribusikan pada gelombang pertama. Paket obat Covid-19 disalurkan langsung oleh Babinsa.
"Obat tersebut terdiri dari 165 boks paket 3 dan 165 boks paket 2," tuturnya.
Lanjutnya, pada gelombang kedua kemarin jajaranya memberi obat berupa paket 1 sebanyak 180 boks, paket 2 sebanyak 1.140 boks, dan paket 3 sebanyak 145 boks.
"Semua sekarang dalam tahap distribusi," katanya.
Berita Terkait
-
Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Menko PMK Minta Puskesmas Sedia Oksigen dan Obat Antivirus
-
Kondisi Pasien Isoman Covid-19 Harus Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Stok Obat Favipiravir di Kota Jogja Menipis, Dinkes Sebut hanya Bertahan untuk 90 Pasien
-
Melakukan Isolasi Mandiri Karena Terpapar Covid-19, Ini yang Harus Dikontrol
-
Cadangan Obat Antivirus Covid-19 di Papua Barat Menipis, Hanya Bertahan Dua Minggu
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
GKR Bendara: JCWF 2026 Menghubungkan Komunitas Wellness dan Industri Pariwisata Yogyakarta
-
7 Tempat Wisata Jogja untuk Merayakan Malam Tahun Baru, Pasti Semarak!
-
Mobil Wisatawan Nyaris Dirampas Debt Collector di Jogja, Polisi Ungkap Pangkal Masalah
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Seniman Sindir Represi dan Anggaran Seni yang Tergeser Program Prioritas
-
YAYAYA FEST 2026 Hadir di Jogja: Konser Inklusif, Ramah Difabel dan Lingkungan