SuaraJogja.id - DPRD DIY mendesak Pemda untuk mempercepat kebijakan strategis dalam penanganan COVID-19. Sebab meski PPKM Level 4 terus diperpanjang, angka kematian akibat COVID-19 masih saja tinggi.
Tercatat dari data Satgas Penanganan COVID-19 DIY, hanya dalam waktu seminggu terakhir, angka kematian pasien COVID-19 dari 1-7 Agustus 2021 mencapai 447 kasus. Kasus terkonfirmasi positif pun masih tinggi setiap harinya diatas 1.000 kasus hingga total kasus COVID-19 di DIY sudah mencapai angka 128.487 hingga Sabtu (07/08/2021) kemarin.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi mengungkapkan, serapan anggaran untuk penanganan COVID-19 disebut masih rendah. Bahkan sampai saat ini masih dibawah 50 persen.
"Serapan anggaran dibawah 50 persen dalam anggaran yang disediakan pemerintah. Ini mengindikasikan belum maksimalnya kebijakan strategis yang dilakukan [pemda] diy," ujar Nuryadi saat dikonfirmasi, Minggu (08/08/2021).
Menurut Nuryadi, penanganan COVID-19 di DIY seharusnya dengan membangun kompromi politik dan ekonomi. Namun kebijakan yang dibuat tidak sebatas wacana yang akhirnya justru tidak menyelesaikan masalah, bahkan akan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Kebijakan strategis yang diambil pemda harus benar-benar bisa dirasakan langsung bagi masyarakat. Karenanya komunikasi pusat dan daerah juga dilakukan lebih intens, termasuk dalam memenuhi kekurangan vaksin di kabupaten/kota yang terjadi beberapa waktu terakhir.
"Vaksinasi merupakan sebuah upaya penting yang saat ini menjadi kebutuhan warga dalam menghadapi pendemi, [kebutuhan vaksin] ini harus dipenuhi segera," tandasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, sumber sumber keuangan daerah harus dimaksimalkan mulai dari APBD hingga dana keistimewaan yang dimiliki DIY. Apalagi Pemda sudah melakukan refocusing anggaran danais sebesar Rp 80,1 Miliar yang dimanfaatkan untuk COVID-19. Ditambah dana Rp 242 Miliar dari APBD 2021.
Dalam pemanfaatan anggaran, Pemda harus merujuk kepada peraturan dan perundang-undangan. Namun dalam situasi pandemi saat ini, sense of crisis” harus menjadi bagian dalam pemikiran birokrasi.
Baca Juga: Forum Warga Yogyakarta Minta Pemda DIY Beri Solusi Lain Soal Bansos Bagi Pengusaha Kecil
"Sehingga kebijakan strategis yang diambil tidak meninggalkan kesan lambat, bahkan terlambat," ujarnya.
Kebijakan strategis yang digulirkan diharapkan tidak melulu pemerintah. Namun bisa muncul dari kalangan masyarakat melalui Jaga Warga seperti kegiatan gotong royong yang membantu warga yang terpapar, para relawan dari berbagai unsur yang mengambil posisi penting ditengah masyarakat untuk membantu semua hal yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi.
Kebijakan strategis ini juga bisa menjadi agenda program kerja partai politik, para pengusaha, bahkan dari pihak TNI serta Polri. Dengan demikian persoalan yang muncul menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat.
"Oleh karena itu pemerintah harus mampu menyadari peran pentingnya dalam usaha membangun kebijakan strategis secara menyeluruh," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja
-
Setoran Pajak Meroket, Kinerja BRI Kian Solid Berkat Sentuhan Danantara
-
Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor