SuaraJogja.id - Vaksinasi bagi santri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai digulirkan. Pelaksanaan vaksinasi digelar di Kampung Mataraman, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul pada Minggu (8/8/2021).
Wakil Ketua PWNU DIY, Fahmi Akbar Idris menuturkan, pelaksanaan vaksinasi untuk santri di DIY akan disesuaikan dengan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang ada. Sebab, nakes yang bisa menyuntikkan vaksin Covid-19 jumlahnya terbatas.
"Jadi sebetulnya sasaran (jumlah santri yang akan divaksin) itu ada hanya nanti akan disesuaikan kapasitas nakes yang ada," paparnya saat ditemui wartawan, Minggu (8/8/2021).
Pihaknya tidak ingin berlebihan dalam mematok target jumlah santri yang akan divaksin. Dia khawatir apabila sudah menentukan jumlah target namun pada praktiknya di lapangan tak tercapai lantaran terkendala tenaga penyuntikan.
"Kami menghitung kapasitas nakes yang ada, tidak mau terlalu optimistis tapi nanti faktanya (realisasi vaksinasi) di lapangan berbeda," katanya.
Dia menyebut, jumlah pondok pesantren (ponpes) yang terdaftar di PWNU DIY lebih dari 160 ponpes. Dengan demikian, jumlah santri bisa mencapai ratusan ribu orang.
Contohnya jumlah santri yang ada di Ponpes Krapyak lebih dari 4.000 orang, Ponpes Pandanaran Kaliurang di Sleman ada lebih dari delapan ribu santri, dan Ponpes Assalafiyyah ada sekitar 1.300 santri.
"Jumlah santri di setiap ponpes berbeda-beda jumlahnya. Saya enggak hafal berapa totalnya," terangnya.
Ihwal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan dilakukan melalui dua jalur yaitu pada masyarakat langsung dan ponpes. Semua sivitas di ponpes juga akan divaksin.
"Semua sivitas yang ada di ponpes juga bakal divaksin. Setelah itu, masyarakat di sekitar ponpes diharapkan bisa ikut program vaksinasi DIY," katanya.
Baca Juga: Harga Pasar Tak Stabil di Masa Pandemi, Petani DIY Dirugikan
Menurutnya, PWNU DIY mendukung penuh kegiatan ini sekaligus memberi pesan ke masyarakat bahwa vaksin itu baik dan menjaga imun. Selain itu, yang penting vaksin itu halal.
"Kiai NU tadi ikut semua dan sudah divaksinasi. Artinya vaksin ini halal dan aman," ujarnya.
Sebetulnya mereka pernah mengadakan vaksinasi di Kantor Kemenag DIY tapi baru bisa diberikan kepada 500 orang baik kyai atau pun santri.
"Kyai dan santri sebetulnya sudah cuma 500 orang. Untuk vaksinasi massal baru hari ini," katanya.
Seorang santri yang divaksin, Zaidi mengatakan, dirinya ikut vaksinasi atas keinginan sendiri. Ia mengaku belum ada perintah dari ponpes untuk divaksin Covid-19.
"Saya datang ke sini karena memang ingin divaksin. Dari pondok juga belum disuruh," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Update Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes di Bantul, Ditargetkan Pekan Depan
-
5.740 Orang Vaksin COVID-19 Selama 3 Hari di Kubu Raya Kalbar
-
5 Hal Penting yang Wajib Diketahui Ibu Hamil Sebelum Vaksinasi Covid-19
-
Harga Pasar Tak Stabil di Masa Pandemi, Petani DIY Dirugikan
-
Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Kota Tasikmalaya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor
-
Modus Wisata ke Luar Negeri, Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Tiga Pria Diduga Jemaah Haji Ilegal
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar