Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Senin, 16 Agustus 2021 | 16:34 WIB
Pedagang Bendera Merah Putih, Endang merapikan bendera yang dia jual di toko miliknya Jalan Wonosari, Kalurahan Tegaltandan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (16/8/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Melalui masa-masa berjualan bersama temannya, Endang mulai berpikir ingin membuka usaha sendiri. Terlebih lagi, temannya juga kerap kembali ke Jawa Barat ketika waktu mendekati Agustusan.

Memiliki pengalaman untuk berinovasi dengan bendera merah putih, dirinya memutuskan berjualan sendiri. Masih berjualan di tempat yang sama, Endang mulai menemukan kebahagiaan. Bagaimana tidak, saat menjelang Agustus saja sehari bisa meraup sampai Rp2,5 juta.

"Biasanya kan Juli sudah buka ya, sampai nanti puncaknya di 17 Agustus. Biasanya 18-19 Agustus saya masih jualan karena ada beberapa kampung masih menggelar acara di hari itu," kata dia.

Endang menjual bendera mulai harga Rp20-55 ribu. Bendera ukuran sedang, ia jual dengan harga Rp20 ribu. Umbul-umbul lalu bekron, semacam bendera dengan hiasan rumbai dijual kisaran Rp55 ribu.

Baca Juga: Bantul Mulai Vaksin Ibu Hamil, Target 70 Bumil Tervaksinasi Dosis Pertama

Ia tak menampik berjualan bendera memang musiman. Sehingga selain berjualan bendera dia mulai membuka usaha gorden.

Sekitar tahun 2002-an, Endang menyewa tempat di jalan Wonosari. Bersama istrinya membangun usaha itu setiap hari mulai ada pemasukan. Meski tidak banyak penghasilannya tapi pelanggan mulai mengenal dirinya dan biasa memesan gorden.

"Saya juga tetap menjual bendera. Bahkan sebelum Corona ini warga kampung banyak yang memesan ke saya. Bahkan omzet tertinggi pernah mencapai Rp3 juta sehari saat berjualan bendera," kata dia.

Memang, ada berbeda berjualan di pinggir jalan dan toko. Pendapatan pun lebih menjanjikan saat berada di jalan. Namun, karena Endang memiliki usaha gorden, dirinya tak terlalu mempersoalkan.

Berbeda lagi ketika Covid-19 mulai muncul di DIY. Tahun 2020 saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-75, pendapatannya sangat minim. Tidak banyak orang memesan bendera lagi.

Baca Juga: Tegas! Salah Gunakan Oksigen Gratis, Pemkab Bantul Bakal Polisikan Pelaku

Pedagang Bendera Merah Putih, Endang merapikan bendera yang dia jual di toko miliknya Jalan Wonosari, Kalurahan Tegaltandan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (16/8/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Pada tahun 2021 hal itu kembali ia rasakan. Pada 23 Juli lalu dirinya sudah memamerkan bendera merah putih berbagai jenis untuk dijual.

Load More