SuaraJogja.id - Perjuangan berat dilalui seorang anak tukang bakso yang memiliki tekad kuat untuk mengjear cita-cita menjadi prajurit TNI AD.
Ialah Serda Dodi Wardiono, yang sempat berkali-kali gagal dalam pendaftaran sebelum akhirnya berhasil menjadi seorang tentara.
Dodi mengungkapkan, dirinya merupakan anak pedagang bakso. Tak mudah baginya berada di posisi yang tealah ia capai saat ini sebagai abdi negara.
Dirinya berkali-kali mendaftar jadi prajurit, tetapi berkali-kali pula menghadapi nasib belum beruntung. Baru pada pendaftaran ketujuh, Dodi berhasil.
"Setiap ada pembukaan saya daftar, sampai tujuh kali totalnya saya daftar," kata Dodi.
Ketika itu, keluarganya sampai pesimistis dengan cita-cita Dodi menjadi prajurit TNI AD. Keluarga mendengar cerita-cerita dari orang, bahwa orang yang ingin menjadi tentara harus menyediakan uang dalam jumlah tertentu.
"Saya modal nekat dan niat, saya bilang sama orang tua saya biar saya coba sendiri, saya jalani sendiri cukup dengan doa, insyaallah. Alhamdulillah, terkabul dengan doa orang tua," katanya.
Kini, Dodi bertugas di Dinas Penerangan TNI AD bagian videografi.
Juminto, ayah Dodi, mengatakan, dari usia tujuh tahun putranya itu sudah bercita-cita menjadi prajurit TNI AD.
Baca Juga: Kisah Serda Dodi Wardiono Anak Tukang Bakso, Tujuh Kali Daftar TNI AD Baru Berhasil
Namun, Juminto sempat merasa tidak sanggup mendukung cita-cita anaknya itu karena mendengar kabar bahwa menjadi prajurit memerlukan biaya yang sangat besar.
Sementara itu, Juminto merupakan seorang pedagang kecil, yang awalnya adalah pedagang bakso keliling menggunakan gerobak dan cuma bisa mengontrak di rumah sederhana.
"Cerita jadi prajurit perlu biaya besar itu bohong, ternyata tidak pakai biaya," kata Juminto. [Antara]
Berita Terkait
-
Kisah Serda Dodi Wardiono Anak Tukang Bakso, Tujuh Kali Daftar TNI AD Baru Berhasil
-
Viral Diduga Aniaya Tetangga di Kramat Jati, Oknum Anggota TNI AD Diperiksa Kodim
-
Oknum Anggota TNI AD Aniaya Tetangga di Kramat Jati, Kadispenad: Kini Jalani Pemeriksaan
-
TNI AD Hapus Tes Keperawanan, Komnas Perempuan Minta Ada Aturan Tertulis
-
Tes Keperawanan Calon Prajurit TNI AD Wanita Dihapuskan, Jenderal Andika Bilang Begini
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul