SuaraJogja.id - Dinas Pariwisata DIY bakal menerapkan pemasangan aplikasi PeduliLindungi bagi seluruh destinasi wisata yang ada di wilayahnya. Nantinya wisatawan yang akan masuk ke destinasi wisata di DIY diwajibkan sudah terdaftar di aplikasi PeduliLindungi tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan, PeduliLindungi tidak hanya akan diterapkan di seluruh destinasi wisata saja, ettapi juga semua jasa usaha pariwisata, termasuk hotel dan restoran.
"Kita sudah melakukan koordinasi dan sosialisasi untuk penerapan aplikasi PeduliLindungi. Kalau yang kemarin kita fokuskan memang untuk hotel dan restoran, sekarang ini sedang didorong untuk uji cobanya. Untuk yang destinasi wisata kemarin juga kita ikutkan untuk melakukan persiapan," kata Singgih kepada awak media, Rabu (1/8/2021).
Lebih lanjut Singgih menyebutkan, saat ini rencana itu masih dalam proses persiapan. Dengan salah satunya untuk mendorong sejumlah destinasi wisata itu guna mendaftar di aplikasi PeduliLindungi ini.
Baca Juga: Masyarakat Cukup Akses Aplikasi Pedulilindungi Ketika di Bandara, Tak Perlu Bawa Kertas
Pendaftaran itu diperlukan agar nanti setiap tempat dapat memperoleh QR Code. Sebab QR Code tersebut tidak bisa dibuat sendiri.
"Jadi QR Code itu kita tidak bisa bikin sendiri harus mendaftar ke PeduliLindungi," ucapnya.
Singgih sendiri mengaku telah mendapat link untuk bisa mendaftar di aplikasi PeduliLindungi tersebut dan akan segera dibagikan kepada seluruh pengelola destinasi wisata.
"Sehingga nanti ada persiapan karena prosesnya mendaftar dulu, nanti baru dikasih linknya, dapat QR Code baru kita cetak. Itu (QR Code) yang nanti akan dipasang di depan loket untuk discan wisatawan," terangnya.
Disampaikan Singgih, setelah mendaftar dan mendapat QR Code tidak lantas seluruh destinasi wisata akan serta merta dibuka secara normal kembali. Melainkan masih akan melalui tahapan uji coba hingga evaluasi dalam prosesnya.
Baca Juga: eHAC Bocor Sebelum Gabung ke Pedulilindungi
"Kita akan uji coba dan pasti akan dilakukan evaluasi. Intinya yang penting adalah uji coba dulu seperti apa penerapnnya, kalau ada kesulitan pasti akan ditemukan solusinya," tuturnya.
Berita Terkait
-
Telkom Mau Bikin Aplikasi Khusus untuk Pantau Program Makan Bergizi Gratis
-
10 Rekomendasi Tempat Wisata Murah di Jogja untuk Liburan Natal 2024
-
Candi Sojiwan, Candi Bercorak Buddha yang Tersembunyi di Prambanan
-
10 Tahun Jokowi, PeduliLindungi dan SatuSehat Sukses Wujudkan Digitalisasi Kesehatan Indonesia
-
Pantai Sedahan, Panorama Pantai dengan Dua Bukit Hijau Mempesona di Jogja
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY