SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman mencatat ada 52.504 kasus positif Covid-19 di Sleman. Dari jumlah itu, sedikitnya 5.115 orang warganya yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah karena terinfeksi Covid-19, sebanyak 1.033 orang menjalani isolasi di rumah sakit. Sementara 39 lainnya menjalani isolasi di isolasi terpadu (isoter).
Melihat itu, Pemkab memberi perhatian serius terhadap pasien yang sedang menjalani isoman di rumah. Hal ini untuk mengurangi laju penularan sekaligus menekan angka kematian akibat Covid-19 yang saat ini masih tinggi, utamanya yang masih saja terjadi pada pasien yang menjalani isoman di rumah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama meminta kepada satgas Covid-19 di level tim tracer, Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar lebih mencermati lagi terhadap warga isoman di wilayahnya.
"Jika ada kasus yang sifatnya berat atau memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti jantung, diabetes melitus (DM) maupun Ibu hamil. Meskipun tidak bergejala dan usia diatas 45 tahun, sebaiknya segera dibawa ke isoter," kata dia, Rabu (1/9/2021).
Cahya menyebutkan, isoter bagi pasien komorbid ada di gedung Makkah Asrama Haji. Isoter Asrama Haji sudah dilengkapi dengan oksigen, oxymeter dan sebagainya.
Menurut dia, pasien yang melakukan isolasi di isoter cenderung lebih aman. Selain dapat membantu potensi penularan, pasien yang dirawat di isoter lebih cepat tertangani bila mengalami perburukan. Sebab, isolasi terpadu bisa langsung terkoneksi dengan rumah sakit rujukan.
"Berbeda jika pasien isoman di rumah. Potensi menularkan kasus ke anggota keluarga dan kematian lebih tinggi," ujarnya.
Ia mengatakan, bila ada pasien Covid-19 yang terpaksa harus menjalani isoman di rumah, hendaknya memiliki oxymeter untuk mengecek saturasi oksigen. Begitu pasien memiliki saturasi di bawah 95%, maka mereka harus waspada untuk segera membawanya ke faskes terdekat.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, pasien meninggal saat isoman kebanyakan dari awal memang tidak mau dibawa ke selter isoter dan memilih isolasi di rumah. Padahal saat pasien menjalani isolasi di rumah, akses layanan kesehatan terbatas.
Baca Juga: Pasokan Tak Kunjung Datang Dinkes Sleman Kehabisan Vaksin, Tersisa Hanya 200 Dosis
"Ketika terjadi perburukan dan segera membutuhkan pertolongan medis akan kesulitan, karena tidak memiliki akses ke fasilitas kesehatan. Pada akhirnya meninggal dunia. Karena kondisinya semakin buruk, meski sudah ada intervensi dari faskes namun tetap tidak tertolong," ujarnya.
Kondisi bisa berbeda saat pasien menjalani isolasi di isoter. Akses ke rumah sakit bisa lebih cepat karena selter terkoneksi dengan Rumah Sakit rujukan. Pasien menjalani isolasi di isoter mendapat pendampingan dokter, perawat dan tersedia oksigen serta obat-obatan.
Mengutip data yang dirilis Dinas Kesehatan Sleman, tercatat ada 2.292 pasien Covid-19 meninggal dunia, di Sleman. Dengan total kasus sebanyak 52.504 , maka case fatality rate atau tingkat kematian kasus sebesar 4,3%. Angka ini lebih tinggi dari angka nasional yang sebesar 3,2%.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Jatah WFH ASN Jogja Hari Rabu, Pemda DIY Tak Mau Jumat: Biar Nggak Bablas Liburan!
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?