Erlita mengatakan, para pedagang dan pembeli yang berada di Pasar COD tersebut berasal dari berbagai daerah di Gunungkidul. Paling jauh seperti dari Rongkop, Tepus, Tanjungsari dan beberapa daerah lainnnya di seputaran Pantai Selatan Gunungkidul.
"Berbagai barang dibawa oleh para pedagang online. Jadi ketemunya disini setiap sore. Ramai sekali setiap sore, Alhamdulillah," kata dia.
Menurutnya, penjualan dari sistem COD semacam ini lumayan menguntungkan sehingga banyak yang berminat. Terlebih dengan kondisi sekarang ini banyak yang memilih untuk membeli perkakas, bahan pangan dan lainnya secara online agar lebih efektif. Harganya pun juga lebih murah dibanding dengan harga toko.
Hasil pendapatan yang diperoleh menurut dia paling tidak bisa untuk membantu pemenuhan kebutuhan keluarga. Meski jumlahnya tidak banyak, paling tidak bisa untuk meringankan ekonomi keluarga.
"Ya paling tidak bisa untuk membeli bumbu dapur sendiri. Lumayan memang hasilnya," jelasnya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan Pasar COD ini sebagai bentuk kegigihan perempuan Gunungkidul dalam membantu perekonomian keluarga. Mayoritas dari penjual online yang kemudian COD di pasar ini adalah ibu rumah tangga yang mencari pendapatan sampingan.
"Pasar COD ini harus dilindungi. Mereka adalah ibu-ibu yang luar biasa dan pastinya berjasa. Tanpa kenal lelah mereka melayani permintaan kebutuhan para konsumennya," ungkap Endah.
Para wanita tangguh ini juga berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat bawah. Dalam situasi seperti ini pembelian COD dinilai sangat efektif.
Kontributor : Julianto
Baca Juga: Wisata Urung Buka, Pedagang Pantai Gunungkidul Terpaksa Bakar Dagangan karena Kedaluwarsa
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup