SuaraJogja.id - Selain Doa Malaikat Tuhan atau Doa Angelus, yang didaraskan pada pukul 06.00, 12.00, dan 18.00, ada pula Doa Kerahiman Ilahi, yang juga doa khas Katolik.
Santa Maria Faustina Kowalska merupakan pelopor Doa Kerahiman Ilahi. Ia dikenal sebagai Rasul Kerahiman Ilahi, dan Doa Kerahiman Ilahi menjadi devosi terkait penampakan Yesus yang diterima Santa Faustina.
Kerahiman Ilahi juga merupakan sebuah devosi Katolik terhadap belas kasihan Allah dan keinginan untuk membiarkan cinta dan rahmat itu mengalir melalui hati orang-orang yang membutuhkannya.
Doa Kerahiman Ilahi sebenarnya sangat populer, tetapi tampaknya belum banyak orang Katolik yang akrab dengan doa yang didaraskan setiap pukul 15.00--jam Yesus wafat di kayu salib--ini.
Tak jarang pula orang mengira sama antara Doa Jam Kerahiman dan Doa Koronka Kerahiman Ilahi. Meskipun isinya sama, keduanya berbeda.
Doa Koronka Kerahiman Ilahi tak harus didaraskan pada pukul 15.00 seperti Doa Jam Kerahiman, tetapi lebih baik didoakan pada waktu tersebut setelah Doa Jam Kerahiman.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut rangkaian Doa Kerahiman Ilahi, yang dimulai dari Doa Jam Kerahiman hingga Doa Koronka Kerahiman Ilahi dan diakhiri dengan doa penutup:
1. Doa Jam Kerahiman
Ya Yesus, Engkau telah wafat,
Namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa,
dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia.
O, sumber kehidupan Kerahiman Ilahi yang tak terselami,
Naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada kami.
Baca Juga: Cara Doa Malaikat Tuhan atau Angelus, Alasan Lonceng Gereja Katolik Bunyi 3 Kali Sehari
2. Doa Utama kepada Kerahiman Ilahi
Darah dan Air yang telah memancar dari hati Yesus sebagai sumber kerahiman bagi kami,
Engkaulah Andalanku
(Hening sejenak)
Allah yang kudus, kudus dan berkuasa, kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia (3x)
Yesus Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah Andalanku. Amin.
3. Doa Koronka Kerahiman Ilahi
- Bapa Kami...
- Salam Maria...
- Aku Percaya...
- Bapa yang kekal, ku persembahkan kepada-Mu, Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus, sebagai pendamaian untuk dosa kami dan dosa seluruh dunia.
- Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia. (10x)
- Bapa yang kekal...
- Demi sengsara... (10x)
- Bapa yang kekal...
- Demi sengsara... (10x)
- Bapa yang kekal...
- Demi sengsara... (10x)
- Bapa yang kekal...
- Demi sengsara... (10x)
- Allah yang kudus, kudus dan berkuasa, kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia (3x)
Yesus Raja Kerahiman Ilahi, Engkaulah Andalanku.
4. Doa penutup
Allah yang kekal, dalam diri-Mu ada Kerahiman yang tanpa batas dan harta belas kasihan yang tak kunjung habis.
Pandanglah kami dengan rela hati dan tingkatkanlah Kerahiman-Mu dalam diri kami,
supaya pada saat-saat sulit kami tidak menjadi putus asa atau remuk hati,
tetapi dengan kepercayaan yang teguh menyerahkan diri kami kepada kehendak-Mu yang kudus, Sang Kasih dan Sang Kerahiman sendiri. Amin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Yu Beruk Meninggal Dunia, Jogja Kehilangan 'Ratu Panggung'
-
Demi Asta Cita, BRI Group Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
7 Spot Romantis Valentine di Jogja AntiMainstream untuk Momen Tak Terlupakan
-
Ide Ngabuburit di Kota Yogyakarta, Festival Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Bisa Jadi Pilihan
-
Kasus Korupsi Hibah: Saksi Ungkap Fee Rp3 Juta dan Pesan Menangkan Kustini Sri Purnomo