Untuk memastikan pembesaran ikan koi yang optimal, maka ada baiknya menyesuaikan ukuran kolam dengan usia ikan koi. Apabila ikan koi masih kecil tentu bisa diletakkan pada kolam yang lebih kecil. Sebaliknya jika ikan koi tampak mulai tumbuh besar, ada baiknya dipindahkan pada kolam yang berukuran lebih maksimal juga.
5. Intensitas sinar matahari
Bila kolammu berada di dalam rumah (indoor ponds), yang sama sekali tidak terkena sinar matahari, atau intensitas sinar matahari relatif rendah, maka pertumbuhan koimu juga tidak bisa maksimal, jika dibandingkan dengan koi yang berada di luar rumah (outdoor ponds). Sebagaimana diketahui, sinar matahari sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, termasuk koi untuk pertimbuhannya dan juga dalam rangka mengganti sel-sel yang rusak.
Oleh sebab itu, bila masih memungkinkan, usahakan untuk menambah intensitas matahari agar dapat masuk ke kolam. Bisa juga dengan cara membangun atap yang fleksible, yang dapat dibuka-tutup sesuai keperluan. Atap seperti ini sangat praktis digunakan. terutama jika ingin mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam kolam. Dan ketika musim hujan tiba, juga berfungsi untuk menahan curah hujan yang berlebihan.
6. Suara gemericik air
Kolam yang tenang atau tidak banyak terdapat suara percikan air, membuat koi juga berenang dengan tenang. Bila kolam koimu terlalu tenang airnya, maka koi juga kurang agresif. Koi yang bergerak agresif, memiliki nafsu makan yang besar,
Oleh sebab itu, jika air kolammu relatif tenang/diam, maka yang dapat dilakukan adalah membuat semacam percikan air tambahan yatu dengan menambah pompa atau membuat aliran air dari dalam filter dan menyemprotkannya di atas permukaan air kolam. Tujuannya adalah untuk menambah gerakan air atau arus dan bunyi gemericik air. Cara ini terbukti efektif untuk membuat koi anda bergerak lebih lincah.
Mengenai hal ini pernah dilakukan penelitian di Jepang, dan hasilnya bahwa kolam yang ada gemericik air, membuat koi bergerak lebih lincah dibandingkan dengan kolam tanpa adanya suara gemericik air.
7. Kedalaman air kolam
Baca Juga: Viral Penampakan Pagar Rumah dari Kolam Ikan Koi, Publik: Kreatif Banget
Memiliki kolam dangkal atau cetek, membuat pertumbuhan koi relatif lambat. Bahkan seringkali ditemui koi yang tampak bogel (pendek) dan hanya besar di bagian perutnya saja, sedangkan badannya tidak bertambah panjang.
Namun demikian, hal ini kemungkinan juga sangat dipengaruhi faktor genetik dari masing-masing koi. Bila ada koi hasil keturunan dari induk yang panjang, meski ditempatkan di kolam cetek sekalipun, juga akan cepat besar dan panjang.
Oleh sebab itu, untuk membuat koi cepat besar dan panjang secara normal. maka usahakan kedalaman ikan koi tidak kurang dari 50 cm, atau idealnya 1,2 meter.
Koi yang ditempatkan di dalam kolam yang lebih dalam, maka tentu akan lebih bisa tumbuh secara normal, dibandingkan bila berada di dalam kolam yang dangkal atau cetek.
8. Perhatikan jumlah koi yang dipelihara
Langkah terakhir cara cepat memperbesar ikan koi yakni jangan terlalu banyak dipelihara di dalam satu kolam. Sebab apabila jumlahnya terlampau banyak menimbulkan persaingan yang sangat ketat dalam perebutan pakan. Oleh sebab itu, dalam memelihara koi sebaiknya tidak perlu terlalu banyak, tetapi lebih mengutamakan kualitasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026
-
Jangan Lewatkan! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Dibagikan ke Pemegang Saham
-
Hujan Deras dan Jalan Licin, Mahasiswa di Sleman Alami Kecelakaan Tunggal hingga Masuk Jurang
-
Segini Biaya Kuliah Teknik UGM 2026, Bisa Tembus Rp30 Juta Lebih! Ini 7 Faktanya