SuaraJogja.id - Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan vaksinasi dosis kedua selesai pada Desember 2021 mendatang. Hal itu untuk menyempurnakan vaksinasi dosis 1 yang pada 7 Oktober 2021 sudah selesai atau tuntas vaksin.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyatakan deklarasi tuntas vaksin sebelumnya tak membuat jajarannya bersantai.
"Vaksinasi dosis kedua masih terus berjalan. Sentra-sentra Vaksin tetap beroperasi, kemudian rumah sakit, serta Puskesmas juga masih melayani," kata Heroe dihubungi wartawan, Senin (11/10/2021).
Heroe optimistis bahwa proses vaksinasi dosis kedua ini dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Ia berharap, sebelum pergantian tahun ke 2022, seluruh warga kota termasuk pelajar sudah dua kali tervaksin.
"Kalau perhitungan kami, itu Desember (2021) bisa selesai. Ya, semoga lancar tidak ada kendala," kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.
Di samping itu, Heroe mengatakan, pihaknya juga masih melakukan pemantauan pada sebagian warga yang belum mendapat akses vaksin dosis pertama. Baik penduduk dengan NIK Kota Jogja, atau warga yang berdomisili di Jogja.
"Jadi, tetap kita lakukan vaksinasi terhadap mereka yang aktivitasnya di Jogja juga. Kalau mereka belum menerima, ya tentu akan kita vaksin itu," ujar dia.
Selain menargetkan vaksin dosis 2 selesai. Pemkot juga tak mengabaikan warga penyintas Covid-19 dan komorbid. Ketika waktunya sudah bisa mendapat vaksin juga segera disasar.
"Untuk warga Kota Jogja sendiri, yang komorbid, atau penyintas yang belum tiga bulan sembuh, masih terus diproses. Kami pantau kesehatannya agar beliau-beliau bisa layak divaksin nanti," ujar Heroe.
Baca Juga: Warga yang Tolak Penambangan di Kali Progo Dikriminalisasi, Ini Kata LBH Yogyakarta
Sebelumnya, Pemkot Yogyakarta mendeklarasikan sebanyak 14 Kemantren atau Kecamatan di Kota Jogja selesai vaksinasi untuk dosis 1. Kegiatan tersebut bertepatan dengan HUT Kota Jogja ke-265 pada 7 Oktober 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun
-
BRI Group Buka Pegadaian di Timor Leste, Perluas Layanan UMi