"Itu kalimat yang diucapkan oleh Asma binti Abu Bakar ketika memberikan dorongan semangat pada putranya di medan perang supaya dia enggak takut melawan musuh. Kemudian ini disalahgunakan untuk kelompok-kelompok ini untuk membangun kebencian," terang Musdah Mulia.
Stereotip terkait spiritualitas pun, kata Musdah Mulia, sempat membuat bingung mahasiswanya kala memperhatikan banyak koruptor dengan tanda pada fisiknya yang mengindikasikan rajin salat.
Menurut dia, masih banyak orang yang hanya mementingkan sebatas ritual dalam beragama, tetapi tidak benar-benar mengimani ajarannya, sehingga justru melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
"Ada mahasiswa saya mengatakan, "Bun, kenapa sih para koruptor itu kalau saya perhatikan itu jidatnya kok pada item gitu ya? Berarti kan mereka sering salat, Bunda." Mungkin karena dalam beragama, bukan hanya di Islam, kita itu hanya pada hal-hal yang ritual," katanya.
Baca Juga: Ngeri! Politisi Inggris Ditusuk Hingga Tewas, Polisi Sebut Aksi Terorisme
Menurut Musdah, koruptor bahkan bisa dibilang kafir karena bagi dia, kafir--daria bahas Inggris "cover" dan bahasa Arab "kafara"--berarti orang yang tertutup hatinya dari kebenaran.
"Bangsa Indonesia yang mengaku religius, mari jadikan agama sepenuhnya untuk kemanusiaan. Agama mengedepankan nilai kemanusiaan universal, mengedepankan penghargaan, toleransi, dan cinta kasih serta upaya memanusiakan manusia," kata Musdah.
Di samping itu, Jamhari Makruf juga mengajak masyarakat Indonesia yang melek keberagaman untuk tidak tinggal diam karena selama ini, dari data yang ia miliki, di media sosial, orang-orang yang menyuarakan kebencian lebih lantang dibanding yang mengedepankan kemanusiaan.
"Kalau orang-orang yang menyuarakan perdamaian, toleransi tidak aktif, tidak bergerak, orang jahat yang menyalahgunakan agama yang akan aktif. Bagi kita yang melek dan paham serta mempunyai keinginan meuwjudkan perdamaian, solusinya kita harus aktif. Kita harus aktif bertpartisipasi di ruang publik," tegas Jamhari.
Baca Juga: Tak Setuju Usulan Densus 88 Dibubarkan, Eks Teroris: Orang Nakal Siapa yang Mau Pegang?
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Penghancuran Masjid Tempat Teroris Menyusun Rencana
-
BNPT Ungkap Strategi Digital Lawan Ekstremisme: Libatkan NU, Muhammadiyah, dan LSM
-
BNPT Perkuat Strategi Anti-Terorisme, Gandeng Masyarakat Sipil di RAN PE Fase 2
-
Waspada! BNPT Ungkap Keresahan Sosial Jadi Celah Rekrutmen Teroris
-
Siapa Ali Imron? Napi Teroris, Guru Ngaji Tio Pakusadewo di Penjara: Dia Mengenalkan Kembali Saya dengan Huruf Al-Quran!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan