SuaraJogja.id - Sebagian rumah warga Dusun Sampangan RT 4, Kelurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul ambrol akibat hujan deras yang terjadi Senin (18/10/2021) sore.
Panewu Banguntapan, Gunarsa mengatakan rumah milik Bapak Yudiono (55) ikut terdampak karena berdekatan dengan talut Jembatan Mintoragan, Sampangan yang longsor.
"Benar tadi talut jembatan ambrol dan berdampak pada dapur rumah warga ikut ambrol," terang Gunarsa dihubungi Suarajogja.id.
Ia menjelaskan bangunan yang ambrol juga biasa digunakan untuk jual beli ayam potong. Sehingga untuk mengantisipasi, warga menutup lokasi dengan pasir dan garis polisi.
"Sementara kami berusaha batas terlebih dahulu agar warga tidak mendekat ke talut dan lokasi longsor," katanya.
Ia menjelaskan dari kondisi yang diprediksi sebelumnya memang sudah ada retakan di dekat talut.
"Mungkin karena hujan sore tadi juga lebat dan air masuk ke retakan itu mengakibatkan tanah jadi gembur dan longsor. Sementara kami beri batas berupa meja dulu untuk keamanan, dikhawatirkan ada longsor susulan," kata dia.
Disinggung ada tidaknya korban, Gunarsa menyebut istri pemilik rumah mengalami luka lecet. Pasalnya saat longsor terjadi, istri pemilik rumah ikut terjerembab ke bawah.
"Beruntung tidak serius luka yang dialami korban. Hanya lecet saja," katanya.
Baca Juga: Bocah Asal Jetis Korban Laka Air, BPBD Bantul Ingatkan Warga Pahami Karakteristik Sungai
Selanjutnya, kata Gunarsa bekas longsoran akan ditutup dengan karung untuk menghalau air supaya tidak semakin menambah lebar longsoran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM
-
Konservasi Indonesia Dinilai Masih Negara-Sentris, PCS 2026 Dorong Perubahan Paradigma
-
Difabel Harus Kesulitan Masuk Malioboro, Pemda Bongkar Desain Regol Ayom
-
PTN Borong Kuota Maba, Kampus Swasta Pilih Tampung Anak Korban Bencana Lewat Sego Berkat
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Catat Laba Rp31,2 Triliun hingga Semester I 2026