Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:25 WIB
Ilustrasi bumi (pexels.com)

Beberapa kegunaan dari lapisan ini, antara lain.

Munculnya berbagai fenomena alam

Ada beberapa fenomena alam yang dapat terjadi pada lapisan troposfer, yakni terjadinya angin yang sangat kencang, disusul dengan hujan deras dan petir yang silih berganti yang dimana awalnya ditandai dengan awan yang tebal.

Ilustrasi Bumi (unsplash.com/jason miller)

Lapisan pembatas (Tropopause)

Baca Juga: Tak Pernah Berhenti, Begini Penjelasan Proses Daur Air di Muka Bumi

Setelah lapisan troposfer, terdapat lapisan penyeimbang yang menghubungkan dengan lapisan atmosfer dalam tingkat lebih tinggi. Lapisan pembatas atau Tropopause ini termasuk lapisan atmosfer yang dinilai konstan.

Pada lapisan pembatas ini, segala unsur oksigen maupun karbondioksida sudah tidak ada. Dengan begitu, makhluk hidup termasuk manusia tidak akan hidup maupun mampu untuk tinggal lama.

Suhu pada Lapisan yang Berbeda-beda

Bentuk bumi yang bulat menyebabkan tingkat tingginya lapisan juga berbeda beda. Misalnya, seperti jarak permukaan bumi dengan daerah kutub, yakni hanya setinggi kurang lebih 8 km dengan suhu kelembaban udara kurang lebih -46 derajat celsius.

Ini lain lagi di daerah yang beriklim sedang memiliki jarak dengan troposfer sebesar 11 km dengan suhu -50 derajat celcius. Berbeda pula dengan daerah yang berada di kawasan garis khatulistiwa memiliki ketinggian sekitar 16 km dengan suhu kurang lebih -50 derajat celsius.

Baca Juga: Kondisi Bali Usai Dilanda Gempa Bumi Magnitudo 4,8

2. Stratosfer

Load More