SuaraJogja.id - Polisi memastikan penyebab cekcok yang berujung penganiayaan terhadap pacar kurir ShopeeFood, AML (22) hanyalah keterlambatan lima menit dalam pengantaran pesanan.
"Keterlambatannya dari jadwal yang sudah ditentukan waktu pemesanan itu 5 menit keterlambatannya ya, 5 menit," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Wahyu Agha Ari Septyan di Mapolresta Sleman, Senin (7/7/2025).
Agha menegaskan informasi keterlambatan berjam-jam itu sama sekali tidak benar.
"Enggak sampai 3 jam," tegasnya.
Menurut penyelidikan, pemesanan bermula pada Kamis malam, 3 Juli 2025, sekitar pukul 20.45 WIB, saat driver ShopeeFood berinisial ADP bersama korban, AML mendapatkan pesanan pelanggan bernama Takbirdha Tsalasiwi Wartyana (TTW).
Saat itu sistem aplikasi ADP mendapat double order dan AML sudah memberi tahu pelanggan yakni TTW bahwa pesanan mungkin datang lebih lambat.
Apalagi saat itu ada kemacetan akibat kirab di Jalan Godean yang menambah lambatnya perjalanan. Sehingga memang benar pengantaran akhirnya molor lima menit.
"Setelah pesanan selesai dan proses pengantaran terkendala juga dengan jalan macet pada saat kejadian, karena adanya kirab di Jalan Godean, sehingga terlambat 5 menit," ucapnya.
Saat kedatangan, TTW disebut langsung marah ketika pesanan diterima. Upaya AML menjelaskan soal double order berujung cekcok.
Baca Juga: Ngaku dari Pelayaran, Penganiaya Driver ShopeeFood di Sleman ternyata Staf Admin Pelabuhan
"Selanjutnya, TTW marah, dan saat AML membantu menjelaskan terkait double order, justru terjadi cekcok antara AML dan pelaku TTW," tuturnya.
Keributan makin panas ketika TTW, sang kakak RHW (32) dan ayahnya RTW (58) ikut terlibat.
Mereka diduga ikut menarik baju, menjambak rambut, serta mendorong AML hingga beberapa kali terjatuh dan terluka.
"Atas kejadian tersebut pelapor [korban AML] mengalami luka lecetlecet dan perih di bagian tangan kanan, muka dan nyeri di kepala," tandasnya.
Saat ini tiga orang itu telah ditahan dan terancam Pasal 170 atau 351 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.
"Adapun barang bukti yang kita dapatkan, yaitu dari rekaman CCTV di dalam rumah pelaku," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sempat Tak Pasti, PSEL Akhirnya Dibangun di Jogja, 1.000 Ton Sampah Disulap Jadi Listrik Tiap Hari
-
GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir
-
BRI Catat 501 Juta Transaksi BRILink Agen Hingga Juni 2026
-
Gempar! Pasar Balangan Sleman Mendadak Ramai, Penampilan Jathilan Jadi Magnet Warga
-
DIY Mulai Kering Kerontang, Bantuan Pusat Menunggu Status Darurat