SuaraJogja.id - Kasus penganiayaan terhadap seorang driver ShopeeFood di kawasan Godean, Sleman, terus bergulir. Polisi kini menetapkan tiga orang sebagai tersangka.
Selain Takbirdha Tsalasiwi Wartyana (TTW) ada pula dua orang yang ternyata masih satu keluarga dengan TTW, pelanggan yang memicu cekcok. Mereka adalah RTW (58) yang merupakan sang ayah dan THW (32), selaku kakak kandung.
"Hubungan bapak dan kakak kandung [pelaku TTW]," kata Agha kepada wartawan, Minggu (7/7/2025).
Agha menyebut keterlibatan dua anggota keluarga TTW terbukti dari hasil penyelidikan. Termasuk dari bukti rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian.
"Diamankan dari CCTV akhirnya kita lakukan pemeriksaan, kita gelarkan, terbukti turut sertanya bersama-sama melakukan pengeroyokan penganiayaan," ujarnya.
Berdasarkan pengakuan sang ayah dan kakak, Agha bilang keduanya hanya berniat untuk melerai keributan antara TTW dan rekan dari driver ShopeeFood saat itu.
Namun dalam prosesnya, mereka justru melakukan tindakan yang mengarah ke kekerasan.
"Pengakuan mereka melerai tapi caranya mungkin dengan dijambak, ada didorong sampai jatuh. Itu kan cara-cara yang salah. Kalau secara keterangan dari mereka melerai. Tapi dengan cara yang salah menyebabkan korban luka," tandasnya.
Usut punya usut, RTW, yang merupakan ayah dari Birdha, baru saja tiba di rumah setelah menunaikan ibadah haji. Mereka berkumpul bertujuan untuk menggelar syukuran hal tersebut.
Baca Juga: Ngaku dari Pelayaran, Penganiaya Driver ShopeeFood di Sleman ternyata Staf Admin Pelabuhan
"Iya baru pulang haji [sang ayah]. Sebelumnya beberapa hari yang lalu [pulangnya]. Iya [tahun ini haji]," ungkapnya.
Agha bilang bahwa ketiga pelaku menunjukkan penyesalan mendalam. Ia menyebut keluarga itu merasa terpukul atas dampak besar yang timbul setelah video kejadian viral di media sosial hingga harus berhadapan dengan proses hukum.
"Menyesal lah kalau sudah seperti ini. Diviralkan satu Indonesia dan merugikan orang tua dan kakaknya," ujarnya.
Terkait peluang adanya proses restorative justice (RJ), Agha menyebut kepolisian hanya bisa memfasilitasi. Hal tersebut sepenuhnya diserahkan kepada korban.
"Kalau itu [RJ] tergantung korbannya. Kalau korbannya menghendaki ada perdamaian ya kita cuma fasilitasi aja. Tapi kita enggak bisa memaksakan dari kedua belah pihak," tandas dia.
Ketiga pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolresta Sleman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit
-
Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya