SuaraJogja.id - Sebanyak 21 kelompok ikut memeriahkan Festival Asia Tri 2021 yang kembali digelar pada 22-23 Oktober 2021, baik dari dalam atau lokal Indonesia maupun dari luar negeri, mulai dari Prancis, Jepang, Taiwan, hingga Ekuador.
Salah satu penari dari Bandung, Lena Guslena, yang ikut terlibat dalam Festival Asia Tri, menuturkan hanya mempersiapkan segala sesuatunya hanya satu minggu.
"Persiapan untuk mengikuti Asia Tri ini hanya satu minggu. Mulai dari tema, kostum, dan juga artistik lainnya sebagai pendukung karya," kata Lena saat ditemui di Omah Petroek, Jumat (22/10/2021).
Dalam gelaran Asia Tri tahun ini, Lena akan menampilkan sebuah karya berjudul 'Selaksa Kabut Merah'. Lewat karya ini, ia menceritakan lika-liku dalam sebuah kehidupan.
Ketika orang-orang harus bertahan dengan sisa napas yang dimiliki. Terlebih ketika pandemi Covid-19 yang mulai melanda sejak lebih kurang dua tahun belakangan ini.
"Karya ini berjudul Selaksa Kabut Merah, dimana saya menceritakan bagaimana bahwa kehidupan itu banyak sekali percikan-percikan, kemelut-kemelut, butiran-butiran yang itu sebagai sebuah gelora, sebuah napas juga untuk kita bertahan atau tidak, apalagi pada saat pandemi seperti ini," tuturnya.
Menurut Lena, melalui karyanya kali ini sebagai bentuk ekspresi dari dirinya sebagai seniman yang menghadapi kondisi-kondisi susah itu. Bahwa semua persoalan itu akan kembali kepada diri sendiri untuk kemudian disikapi.
"Itu semuanya akan kembali pada diri kita sendiri bagaimana menyikapi hal tersebut sebagai boleh dikatakan sebagai seniman saya mengekspresikan itu dalam sebuah karya," sambungnya.
Secara tidak langsung, kata Lena, karyanya kali ini merupakan respon dari pandemi yang masih berlangsung hingga sekarang. Terlebih sebagai praktisi seni, ia mengaku bukan hal yang mudah untuk bisa bertahan.
Baca Juga: Ketat Jaga Protokol Kesehatan, Biennale Jogja XVI Equador #6 Dibagi Jadi 3 Sesi
"Bagimana saya sebagai praktisi seni yang menghadapi pandemi itu kan tidak mudah. Bagaimana kita mempunyai keterbatasan ruang untuk berekspresi," ucapnya.
Walaupun tetap sempat berkesenuan baik off air maupun on air sebelum mengikuti Festival Asia Tri ini. Namun, Lena tidak memungkiri bahwa ada sejumlah kendala yang tentunya berpengaruh dalam setiap pertunjukannya itu.
"Kalau kendala pasti berpengaruh sekali ya, karena segala sesuatunya kita akan tidak seekspresif dalam arti ketika kita berhubungan dengan audiens itu pasti ada kendala," urainya.
"Tapi apapun kita bisa menyikapi itu dengan cara yang lain. Baik dari kita off air kita syuting sendiri, itu makanya kita kembali kepada diri kita sendiri bahwa segala sesuatunya itu kita hadapi santai saja, pasti akan berlalu lah," imbuhnya.
Ia sangat mendukung penyelenggaraan Festival Asia Tri terlebih bisa ikut terlibat di dalamnya. Harapannya festival ini dapat menjadi momentum dan suntikan semangat bagi para praktisi seni lainnya untun bertahan di tengah keterbatasan yang ada.
"Saya sangat suport dan excited, apresiasi juga. Harapan bisa menjadi sebuah gairah baru semoga apapun yang terjadi dalam masa pandemi ini di sebuah pertunjukan tari akan terus maju serta tidak lipa kembali kepada diri sendiri," tandasnya.
Berita Terkait
-
Dikalahkan Persib, Dejan Sebut Penalti Lawan Buyarkan Konsentrasi PSS Sleman
-
Bioskop di Kota Bandung Boleh Buka dengan Kapasitas 70 Persen
-
Lanjutkan Tren Kemenangan, Persib Bandung Tekuk PSS Sleman 4-2
-
Tonton Sekarang!! Link Live Streaming Persib Bandung vs PSS Sleman, Sedang Berlangsung
-
Ratusan Warga Dihantui Bencana akibat Pengerjaan Proyek Kereta Cepat Indonesia China
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor