SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta hampir menyelesaikan vaksinasi kepada warga baik dosis pertama dan kedua. Setelah itu pihaknya bersiap menyuntikkan vaksin dosis ketiga.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan kemungkinan dosis ketiga bisa diberikan untuk warga. Namun pihaknya hanya menunggu kebijakan dari pemerintah pusat atau Kemenkes.
"Tahun depan kan bisa jadi (suntik) dosis 3. Nah kita juga antisipasi gelombang tiga yang bisa saja terjadi di Indonesia khususnya di Jogja, maka vaksinasi itu penting," kata Haryadi kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).
Ia mengatakan bahwa setelah vaksin selesai untuk dosis 1 dan 2, Pemkot tidak akan tinggal diam. Sembari menunggu kebijakan vaksin dosis 3, pihaknya melakukan testing, tracing treatment (3T).
"Setiap bulan bahkan tiap pekan, kami melakukan pengecekan secara acak, hal itu sebagai upaya antisipasi untuk segera mengambil langkah jika ada wilayah yang terjadi kasus penularan," ujar dia.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan rencana pemberian dosis tiga kepada warga bisa jadi dilakukan. Namun hal itu menunggu kepastian terlebih dahulu.
"Tentu kami lihat kebijakannya dahulu. Kalau sejauh ini untuk dosis ketiga kan untuk tenaga kesehatan," ujar dia.
Emma mengatakan bahwa ada penelitian sendiri apakah hasil suntikan itu bisa bertahan di dalam tubuh manusia. Jenis vaksin juga mempengaruhi lama tidaknya vaksin itu bertahan.
"Misal nanti dari kementerian meneliti vaksin Sinovac (bertahan) berapa bulan atau berapa tahun. Termasuk moderna berapa tahun mereka bertahan," terang dia.
Baca Juga: PPKM Sudah Turun Level, Pemkot Yogyakarta Masih Pikir-pikir Buka Seluruh Destinasi Wisata
Hingga kini, lanjut Emma, warga Jogja dan domisili di Jogja sudah tervaksin sekitar 650 ribu jiwa. Sementara untuk vaksinasi dosis dua mencapai 496 ribu jiwa.
Rencananya vaksinasi dosis dua ditarget selesai sebelum pergantian tahun baru 2022 mendatang.
Berita Terkait
-
Hindari Simpul Pemeriksaan Vaksinasi, Bus Pariwisata Kucing-kucingan Masuk ke DIY
-
Tersedia Tempat Vaksinasi Covid-19 di Rest Area Tol Kanci-Pejagan, Pengguna Tol Antusias
-
Pengunjung Malioboro Soal Vaksinasi Gratis: Enggak Ribet Syaratnya
-
Peneliti: Tidak Vaksinasi Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi