SuaraJogja.id - Penambahan titik-titik simpul vaksinasi bagi bus pariwisata yang masuk ke DIY selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 nampaknya tak cukup efektif. Sebab hingga saat ini masih saja banyak bus pariwisata dari luar kota yang kucing-kucingan masuk ke DIY tanpa melewati pemeriksaan vaksinasi bagi penumpang bus, terutama di akhir pekan.
Padahal saat ini sudah ada delapan titik simpul pemeriksaan vaksinasi bus pariwisata di Terminal Tipe A, B maupun C di sejumlah kabupaten/kota untuk memastikan wisatawan yang masuk ke DIY sudah mendapatkan vaksinasi, minimal dosis pertama. Sebut saja Terminal Tipe A di Giwangan dan Dhaksinarga. Lalu untuk Terminal Tipe B di Jombor dan Wates serta parkir Bandara Adisutjipto. Sedangkan Terminal C di Semin, Pakem dan Wates.
"Bus pariwisata yang lolos banyak, dalam arti mereka tidak mampir di simpul," ujar Kadishub DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti saat dikonfirmasi, Minggu (24/10/2021).
Dicontohkan Made, bus pariwisata tidak melewati titik simpul vaksinasi di Terminal Jombor saat masuk ke DIY. Pengemudi membelokkan bus lewat Jalan Gito-gati ataupun Tempel.
Bus-bus pariwisata bisa melewati kedua jalan tersebut lantaran saat ini sudah diperlebar. Akibatnya arus lalu lintas di jalan-jalan tersebut sering terjadi kemacetan.
"Jalan gito gati kan jalannya sekarang lebar, banyak kita ketemunya [bus pariwisata yang menghindari titik simpul vaksinasi] di situ," tandasnya.
Menurut Made, bus-bus yang ketahuan kucing-kucingan tersebut diminta putar balik bila ada penumpang yang belum mendapatkan vaksinasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan COVID-19 dari wisatawan yang masuk ke DIY.
Selain diminta putar balik, Dishub kabupaten/kota diminta untuk melakukan patroli lebih secara intensif. Patroli tidak hanya dilakukan di titik-titik simpul vaksinasi namun juga titik-titik masuk ke DIY yang dimungkinkan dilewati bus-bus pariwisata.
"Pemeriksaan dan fungsi patroli ini yang lebih memungkinkan untuk memeriksa bus [pariwisata] yang masuk ke jogja, namun jangan sampai mengganggu arus lalulintas," ungkapnya.
Baca Juga: Wisata di DIY Tetap Boleh Buka Tanpa CHSE Pasca Penurunan Level PPKM
Sementara untuk bus pariwisata yang masuk ke Kota Yogyakarta, Made meminta pengemudi parkir di badan-badan jalan. Dishub akan menindak tegas bus-bus yang masih parkir sembarangan karena saat ini Pemerintah Kota Yogyakarta sudah melakukan uji coba penerapan sistem satu pintu atau one gate system untuk bus pariwisata yang masuk ke kota mulai minggu ini.
Program yang berlaku setiap Sabtu dan Minggu ini mewajibkan setiap bus pariwisata yang menurunkan penumpang di Kota Yogyakarta, masuk dulu ke Terminal Induk Giwangan. Pemeriksaan kelengkapan dokumen kesehatan khususnya bukti vaksinasi COVID-19 dilakukan.
"Pada prinsipnya kalau [penumpang] sudah vaksin sudah oke [masuk diy]. Kalau di kota [jogja] kan aturannya lebih ketat, nggak boleh parkir di bahu jalan sehingga dislotkan di parkir yang ditentukan. Sistem kota one gate system itu sudah bagus mengatur tinggal ketaatan kita," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Jika Tak Lolos Screening, Bus Pariwisata yang Akan Masuk Kota Jogja Diminta Putar Balik
-
Wajib Masuk Giwangan, Bus Pariwisata Bakal Dapat Stiker untuk Diizinkan Parkir di Jogja
-
Dishub DIY Paksa 10 Bus Pariwisata Putar Balik karena Tak Lolos Pemeriksaan Kartu Vaksin
-
Puluhan Bus Pariwisata Lolos Masuk Parangtritis, Modusnya Baksos Hingga Datang Dini Hari
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda