SuaraJogja.id - Pejabat dan jajaran pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan. Hal ini lantaran menggelar rapat kerja bertempat di hotel bintang 5 Sheraton Mustika di Kabupaten Sleman, DIY.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata angkat bicara terkait dengan berbagai kritik tersebut.
Selain menyebut raker tersebut sebagai agenda tahunan dari KPK, Alex menuturkan bahwa jawatannya juga mempunyai sejumlah alasan tersendiri untuk akhirnya memutuskan agenda raker tersebut bisa diselenggarakan di luar kantor atau bahkan luar daerah.
"Pemerintah itu kan punya program penyelamatan ekonomi nasional dalam rangka pandemi salah satu sektor yang didorong adalah pariwisata," kata Alex kepada awak media di Sheraton Mustika, Kamis (28/10/2021).
Baca Juga: Ikut Demo Jokowi, Eks Pegawai KPK: Negara Sedang Tidak Baik, Firli Bahuri Piknik ke Jogja
Berdasarkan pertimbangan tersebut, akhirnya raker tahun ini dipilih untuk diselenggarakan di Yogyakarta. Rencana raker ini sendiri, kata Alex, sudah sudah disusun juga jauh-jauh hari.
"Saya kira Jogja itu menjadi salah satu tempat tujuan wisata. Ini menjadi pertimbangan kami memutuskan kegiatan kami dilakukan di Jogja. Sekali lagi ini merupakan kinerja yang sudah kami susun jauh-juah hari bukan dadakan," tuturnya.
Terkait dengan kritik yang menyebut bahwa raker itu bisa saja dilakukan di Jakarta, Alex menyatakan semua kritik dan masukan itu tetap diterima. Ia menilai hal-hal yang disampaikan itu akan kembali sudut pandang masing-masing.
"Semua kritik itu atau masukan apapun tergantung bagaimana sudut pandang kita. Kalau ada yang mengatakan sema bisa dilakukan, oh ya bisa dengan teknologi informasi sekarang ya bisa. Itu yang selama ini sudah kami lakukan," tegasnya.
Ia tidak menampik selama ini KPK juga sudah memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap agendanya.
Baca Juga: Usut Kasus Korupsi, KPK Geledah Kantor Dinas PUPR hingga DPRD di Tabanan Bali
"Sekarang banyak kegiatan KPK ketika misalnya melakukan rapat kerja dengan pemerintah atau pemda kita ngga harus ke daerah hanya bisa dengan zoom aja. Itu yang sudah kami lakukan," sambungnya.
Berita Terkait
-
Pakar Jelaskan Alasan KPK Tak Perlu Ikuti RUU KUHAP Soal Penyadapan
-
Kritik Keterlibatan Ketua KPK di Danantara, PUKAT UGM: kalau Terjadi Korupsi Mau Bagaimana?
-
KPK Undur Batas Waktu Penyampaian LHKPN Bagi Pejabat Hingga 11 April 2025
-
Wali Kota Depok Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, KPK: Mestinya Cegah Penyalahgunaan Fasilitas
-
KPK Buka Layanan Kunjungan dan Pengiriman Barang untuk Tahanan pada Hari Raya Idulfitri
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan