SuaraJogja.id - Sebuah video tindakan sopir Batik Solo Trans atau BST yang membantu menurunkan penumpang tunanetra viral di media sosial. Video itupun mendapat perhatian dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Dikutip dari akun Instagram putra Presiden Jokowi tersebut tampak seorang sopir BST berhenti di sebuah halte. Ia kemudan bergegas bangkit dar tempat duduknya lalu memberikan lengan tangan kanannya sebagai pegangan seorang perempuan yang diketahui tunanetra.
Secara perlahan ia kemudian menuntun perempuan tersebut turun dari bus menuju halte. Tak hanya sampai halte, sopir tersebut terpantau dari CCTV di dalam bus menuntun perempuan tunanetra tersebut hingga menuruni anak tangga halte hingga menyebrangkannya.
"nggo kulo sebrangke nggo (Mari saya sebrangkan -red)" kata sang sopir.
"nggo melangkah-melangkah, nggo mandhap (mari melangkah pelan-pelan lalu turun -red)" ucapnya memberikan arahan kepada perempuan tunanetra tersebut.
Sikap sopir yang diketahui bernama Wahyu Setyanto tersebut pun viral di media sosial termasuk dapat perhatian dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Lewat unggahannya, putra Presiden Jokowi itu mengapresiasi sikap dan tindakan sopir BST tersebut.
"Apresiasi yang sebesar-besarnya saya berikan pada driver BST Bapak Wahyu Setyanto yang telah membantu menurunkan penumpang tunanetra. Beliau tampak begitu ramah dan sabar membantu penumpang tunanetra turun ke halte. Keteladanan bisa datang dari siapa saja, bukan hanya kewajiban sebagai petugas, namun tindakan seperti ini merupakan tugas kita bersama sebagai sesama manusia," ucapnya.
Tak lupa Gibran juga mengucap terimakasih kepada Dishub Surakarta yang memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang BST.
Baca Juga: Beli Persis Solo, Kaesang Pangarep Mengaku Rugi Terus: Wujud Pengabdian Saya
"Terima kasih @dishubsurakarta yang telah mengoptimalkan terwujudnya pelayanan penumpang yang terbaik. Share pengalamanmu yang serupa saat naik transportasi umum di sini, yuk!" lanjutnya.
Tak hanya Gibran, aksi sopir BST membantu perempuan tunanetra itu juga banjir pujian dan doa dari netizen.
"Semoga bapak wahyu setyanto diberi rejeki berlimpah dan sehat selalu, aamiin," kata den*****
"1 orang berakhlak lebih tinggi derajatnya dibandingkan 10 orang pintar bergelar tak berhati nurani, panjang umur pak sopir, mudah2an dimudahkan rizkinya," kata rid****
"panjang umur kebaikan," kata oi****
"Salut luar biasa," tulis ek*****
Tag
Berita Terkait
-
Disebut Mobil Dinas Pemkot Solo Menghalangi Ambulans, Gibran: Saya Tunggu Ucapan Maafnya
-
Ganjar dan Gibran Pastikan Terus Mengawal Kasus Kekerasan di Menwa UNS Solo Diusut Tuntas
-
Disebut Mobil Dinas Berplat AD yang Halangi Ambulans dari Pemkot Solo, Ini Jawaban Gibran
-
Waduh! Gibran Ungkap Fakta Ada Orang Tua Marah Saat Anaknya Diswab Acak
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Terungkap! 5 Fakta Mengerikan Kasus Kekerasan Berantai di Daycare Little Aresha Jogja
-
Neraka Berkedok Daycare di Jogja: Bayi Diikat, Lapar, dan Pulang Bawa Luka
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Bakal Sweeping Daycare Tak Berizin
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo