Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW
Senin, 01 November 2021 | 23:55 WIB
Ilustrasi motor. (Facebook/webike.id)

SuaraJogja.id - Berbagai mitos merawat kendaraan masih dipercaya banyak orang. Mitos tersebut dianggap sebagai cara yang tokcer untuk merawat motor.

Padahal mitos-mitos merawat kendaraan tak bisa sepenuhnya dipercaya, lo. Seperti dilansir Wahana Honda, ada 5 mitos yang sering dilakukan para pemiik kendaraan hingga saat ini.

Berikut 5 mitos merawat kendaraan yang masih dipercaya hingga saat ini.

1. Motor Tak Boleh Digeber Kencang Saat Masa Inreyen

Baca Juga: Jaga Performa Mesin Sepeda Motor, Perhatikan Perawatan Ruang Bakar

Inreyen merupakan proses motor baru untuk menyesuaikan komponen-komponen baru yang saling bergesekan di dalam mesin. Penyesuaian ini juga berguna untuk membersihkan mesin dari sisa-sisa gram saat proses perakitan.

Beberapa orang mempercayai kalau motor tidak boleh digeber kencang saat masa inreyen. Hal itu salah besar sob.

Beberapa teknisi pabrikan motor malah menganjurkan untuk ngebut supaya motornya juga terbiasa dalam kecepatan yang tinggi. Yang gak boleh itu adalah geber gas secara spontan saat proses inreyen. Jadi dengan kamu buka gas secara spontan, dikhawatirkan mesin akan kaget dan ada part yang aus karena belum terbiasa.

2. Motor Matik Tak Boleh Didorong saat Mesin Mati

Ini mitos yang bikin semua pengendara matik was-was. Bagaimana tidak, masa iya motor saat mogok tak boleh didorong. Motor mogok apakah harus diangkat gitu? Ya tetap didorong dong kalau orang normal.

Baca Juga: Musim Hujan, Hindari 4 Dampak Motor Masuk Genangan Banjir

Motor matik yang mogok tidak masalah kok kalau harus didorong. Kecuali kalau kalian superman, boleh lah diangkat motor matiknya.

Load More