SuaraJogja.id - Pameran seni tunggal bertajuk 'HEALER' digelar di ARTOTEL Yogyakarta. Bekerjasama dengan seniman Dedi Irawan, pameran seni ini dibuka untuk umum mulai tanggal 2 November 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
Dedi Irawan merupakan seniman lulusan seni lukis di ISI Yogyakarta. Pria asal Yogyakarta ini sebelumnya sempat vakum dari dunia seni sejak 2015.
Pameran seni tunggal 'HEALER' ini menjadi penanda bagi kembalinya Dedi Irawan ke dunia seni rupa setelah vakum cukup lama.
"Pameran ini berangkat dari cerita saya yang vakum selama lebih dari 5 tahun. Saya melakukan healer atau penyembuhan dengan adanya pameran ini," ungkap Dedi Irawan dalam pembukaan Pameran Seni Tunggal 'HEALER' di ARTOTEL Yogyakarta, Selasa (2/11/2021) sore.
Baca Juga: Tren Dance Film, Dampak Positif Pandemi Covid-19 Dalam Seni Pertunjukan
Secara garis besar, Dedi Irawan menyebutkan bahwa dirinya yang kembali ke dunia seni rupa lewat pameran ini adalah sebuah healer. Pameran seni tunggal ini juga menampilkan karya berbeda dari sosok Dedi Irawan.
Sebelumnya karya Dedi Irawan identik dengan bentuk figuratif yang dikombinasikan dengan pola geometris rapi dan repetitif. Namun dalam pameran tunggalnya ini, ia lebih banyak bermain dengan eksplorasi bentuk, garis, medium, komposisi warna cerah dan cenderung datar.
Dedi Irawan menampilkan 10 karyanya dalam 'HELAER', termasuk di antaranya karya unik yang menggunakan media kaca.
"Pameran seni yang diselenggarakan oleh ARTOTEL Yogyakarta merupakan wadah yang kami sediakan untuk kreativitas para seniman muda baik di Yogyakarta, maupun dari luar kota," ungkap Tuning Mamiek selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta.
Selain itu, ARTOTEL juga ingin memberikan edukasi kepada para tamu mengenai seni kontemporer Indonesia. Adanya kegiatan ini digarapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan hiburan unik siapa saja yang datang ke ARTOTEL Yogyakarta.
Baca Juga: Festival Asia Tri Kembali Digelar, Libatkan 21 Kelompok dari Berbagai Daerah dan Negara
Berita Terkait
-
AI Mengguncang Dunia Seni: Kreator Sejati atau Ilusi Kecerdasan?
-
Mengenang Perjuangan Palestina Lewat Pameran Seni di Stasiun MRT Bundaran HI
-
Kolaborasi Seni dan Fashion di Bulan Ramadhan: Hadirkan Scarf hingga Mug Karya Seniman Disabilitas
-
Gindring Waste: Tengkorak, Kritik Sosial, dan Kegelisahan Seniman di Tengah Intimidasi
-
Museum Monjali Gelar Pameran Seni & Buku: Peringatan Serangan Umum 1 Maret
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo