Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Rabu, 03 November 2021 | 11:28 WIB
Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).

5. Homo Soloensis

Homo Soloensis ditemukan di tepi Bengawan Solo, tepatnya Kabupaten Blora. Ter Haar pada tahun 1931-1933 melakukan penggalian dan menemukan dua buah atap tengkorak manusia purba.

Dari buku Prasejarah Indonesia, tengkorak Homo Soloensis berukuran besar dengan volume otak rata-rata 1.100 cc. Bentuk atap tengkorak terlihat lebih bundar dan tinggi.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, Koenigswald meyakini Homo Soloensis memiliki tingkat kepandaian yang lebih baik dari Pithecanthropus Erectus.

Baca Juga: Fosil Monster Laut Sepanjang 5 Meter Ditemukan

6. Homo Wajakensis

Jenis manusia purba ini ditemukan di Desa Wajak, Tulungagung oleh B. D. van Rietschoten pada tahun 1889. Nama desa ini kemudian diambil untuk penemuan fosil Homo Wajakensis.

Homo Wajakensis memiliki ciri-ciri volume otak 1630 cc, memiliki tulang tengkorak, rahang atas, rahang bawah, tulang paha serta tulang kening. Tinggi tubuhnya diperkirakan sekitar 173 sentimeter.

7. Homo Floresiensis

Homo Floresiensis ditemukan di Flores oleh Peter Brown dan Mike J.Morwood pada tahun 2003. Para ahli menilai jenis manusia purba ini merupakan nenek moyang bangsa Indonesia.

Baca Juga: 8 Jenis Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia dan Ciri-cirinya

Homo Floresiensis memiliki ciri-ciri badan satu meter, bentuk dahi sempit dan tidak menonjol, tengkorak kepala kecil dan tulang rahang menonjol.

Load More