Pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti sumber penularan kasus tersebut, terlebih mengingat ada begitu banyak aktivitas yang dilakukan oleh usaha tersebut di luar wilayah.
"Kan kemana-mana, Kami tidak tahu penularannya dari mana. Oleh karenanya, kami minta warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Sudarisman menambahkan, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menggunakan masker saat berada di tempat umum.
"Termasuk pakai pesan suara juga," terangnya.
Kala ditanyai mengenai progres imunisasi Covid-19 di wilayahnya, ia menyebut sekitar 90% warga Banyuraden sudah divaksin.
"Saat ini kami sedang bergerak jemput bola, bagi warga yang belum vaksin kami datangi ke rumahnya kami ajak untuk vaksin," ucapnya.
Ia tak menampik, masih ada warga yang ngeyel tidak mau disuntik vaksin dengan berbagai alasan.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga: Manajemen PSS Sleman Putuskan Tetap Pertahankan Dejan Antonic
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat