SuaraJogja.id - Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, berikut beberapa contoh kalimat efektif.
Kalimat efektif memiliki unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang disempurnakan; serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat.
Kalimat efektif adalah kalimat yang mudah dipahami oleh orang lain dengan tepat. Kalimat yang dimaksud bisa dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Syarat-syarat Kalimat Efektif
1. Kalimat efektif harus memenuhi empat syarat berikut.
2. Sesuai kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.
3. Minimal terdiri atas subjek dan predikat.
4. Tidak bertele-tele.
5. Tidak ambigu.
Baca Juga: Contoh Kalimat Efektif yang Harus Kamu Ketahui
Ciri-ciri Kalimat Efektif dan Contohnya
1. Kesepadanan: keseimbangan antara gagasan dengan struktur bahasa yang digunakan. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kelengkapan struktur dan penggunaannya. Inilah yang dimaksud dengan kesepadanan struktur.
Contoh kalimat efektif dan tidak efektif:
- Bagi semua peserta diharapkan hadir tepat waktu. (tidak efektif)
- Semua peserta diharapkan hadir tepat waktu. (efektif)
Contoh:
- Adik demam sehingga adik tidak dapat masuk sekolah. (tidak efektif)
- Adik demam sehingga tidak dapat masuk sekolah. (efektif)
2. Keparalelan: kesamaan bentuk yang digunakan dalam kalimat tersebut.
Kalimat efektif harus memiliki bentuk yang paralel. Artinya, kalau bentuk pertama menggunakan kata benda, maka bentuk selanjutnya juga harus menggunakan kata benda. Kalau bentuk pertama menggunakan kata kerja, maka bentuk selanjutnya juga harus menggunakan kata kerja.
Contoh:
- Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
Kalimat di atas tidak paralel karena kata yang menduduki predikat tidak memiliki bentuk yang sama. Supaya efektif, predikatnya harus diubah menjadi kata benda semua, menjadi seperti berikut:
- Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
3. Kehematan: menghindari penggunaan kata, frase, atau bentuk lain yang tidak perlu. Ada dua hal yang memungkinkan kalimat membuat kalimat yang boros sehingga tidak efektif. Pertama, menyangkut kata jamak dan yang kedua, mengenai kata-kata bersinonim.
Contoh:
- Para siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi. (tidak efektif)
- Siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi. (efektif)
Ketidakefektifan terjadi karena kata para merujuk pada jumlah jamak, sementara siswa-siswi juga mengarah pada jumlah siswa yang lebih dari satu. Jadi, hilangkan salah satu kata yang merujuk pada hal jamak tersebut.
4. Kelogisan: ide yang ada dalam kalimat dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang berlaku. Kalimat efektif harus memiliki kelogisan bahasa. Artinya, ide pada kalimat efektif tersebut dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Contoh:
- Waktu dan tempat kami persilakan.
- Jenazah wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di sekitar pasar.
Kedua kalimat di atas tidak logis. Pada contoh pertama, memangnya waktu dan tempat mau dipersilakan ke mana? Pada contoh kedua, apa iya jenazahnya mondar-mandir di pasar? Yuk, kita coba perbaiki.
- Kepada Bapak Lurah, kami persilakan.
- Sebelum meninggal, wanita yang ditemukan jenazahnya itu sering mondar-mandir di sekitar pasar.
5. Kecermatan: tidak menimbulkan pengertian ganda dan tepat dalam pilihan kata.
Dalam kalimat efektif terdapat kecermatan penalaran, artinya harus memperhatikan pemilihan kata-kata supaya tidak menimbulkan makna ganda.
Contoh:
- Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.
Kalimat ini dapat menimbulkan tafsiran ganda. Maksudnya siapa yang terkenal? Mahasiswanya atau perguruan tingginya?
Kita bisa mengubahnya menjadi salah satu dari dua bentuk berikut:
- Mahasiswa terkenal itu menerima hadiah.
- Mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah.
Demikian pembahasan mulai dari pengertian, syarat, ciri-cirinya dan contoh kalimat efektif.
Kontributor : Titi Sabanada
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor