SuaraJogja.id - Aktivitas warga kampung Ngadiwinatan di sekitar Pendopo PDAD Ngadiwinatan, Kemantren Ngampilan, Kota Jogja, Selasa (30/11/2021) pagi berjalan normal. Sejumlah orang berkumpul dan terlihat sepasang suami istri sedang mengganti tabung gas 3 kilogram.
Pria yang hendak melepas regulator gas, tiba-tiba terkejut setelah mendengar suara ledakan. Begitu juga dengan sang istri yang sedang berada di dekat kompor.
Usai ledakan itu, muncul kobaran api yang ada di dekat lokasi. Mengetahui ada kebakaran, warga Ngadiwinatan yang sudah berada di sekitar lapangan Pendopo PDAD langsung bergegas menolong korban terlebih dahulu.
Suara kentongan dipukul berkali-kali sebagai tanda ada kejadian berbahaya di sekitar kampung. Belasan bapak-bapak bergantian mengambil ember berisi air untuk memadamkan kobaran api yang muncul. Tak hanya itu, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) berbaju merah juga membuka APAR untuk memadamkan api.
Di saat bersamaan terdengar juga suara warga setempat yang menghubungi pihak Damkar Kota Yogyakarta. Tak beberapa lama, sejumlah tim Damkar datang lengkap dengan seragam, masker dan selang air.
Dibantu relawan damkar, api yang berkobar besar pun berhasil dipadamkan.
Peristiwa itu hanyalah simulasi warga Ngadiwinatan bagaimana menangani dan upaya mitigasi saat menghadapi sebuah kebakaran yang terjadi. Sekitar 15 menit kobaran api yang sengaja dibuat itu sudah padam. Pemadaman pun berjalan baik.
Tidak hanya simulasi, kegiatan di pendopo tersebut juga mengukuhkan relawan damkar yang telah dibentuk di 45 Kelurahan di Kota Jogja.
Pengukuhan sendiri dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Ia menjelaskan dibentuknya relawan damkar agar memudahkan koordinasi dan mitigasi untuk meminimalisasi dampak dari kebakaran.
Baca Juga: 2 Hektare Hutan di Sibolga Sumut Terbakar
"Ini nanti kita bentuk kesatuan relawan-relawan kebencanaan dan kedaruratan. Selain ada dari tingkat kota, tingkat kelurahan dan kecamatan juga harus ada. Sehingga respon ketika terjadi kedaruratan bisa diantisipasi dengan cepat," kata Heroe ditemui usai mengukuhkan Relawan Damkar Kota Yogyakarta di Pendopo PDAD Ngadiwinatan, Selasa.
Heroe menerangkan dengan adanya relawan, ada mitigasi yang perlu dilakukan untuk mencegah bencana kebakaran hingga terjadinya kerugian atau korban jiwa.
"Dengan adanya mitigasi ini kan bisa mencegah baik itu terjadinya kebakaran, tanah longsor, banjir. Kalau bisa masyarakat itu kan tidak menunggu respon kita (damkar) ketika terjadi bencana. Kalau bisa (masyarakat) mencegah terjadinya bencana itu dengan mitigasi yang disiapkan," kata dia.
Pihaknya tak menampik bahwa bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Namun dengan komunikasi dan koordinasi antar relawan penanganan bencana lebih terukur dan mengurangi korban.
"Teman-teman ini kita bentuk untuk mencegah adanya korban jiwa. Jika ada bisa cepat diselamatkan, namun yang penting tidak ada korban," jelas dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat menyebutkan, terdapat 616 relawan damkar yang dikukuhkan saat ini. Seluruh relawan tersebar di setiap RW yang ada di kelurahan masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Tak Bisa Lagi Jor-joran di Tengah Efisiensi , FKY 2026 Andalkan Kekuatan Komunitas Seni
-
Anggaran BNPB Terus Menyusut, Pakar Sebut Indonesia Bisa Terjebak dalam Siklus Respons Bencana
-
Tak Ikut-ikutan Malang, Pemda DIY Pilih Evaluasi MBG Meski 70 Orang Keracunan
-
Erupsi Ganggu Penerbangan di Adisutjipto, Penumpang KA Daop 6 Yogyakarta Melonjak 12,5 Persen
-
Puluhan Siswa Keracunan di Turi, Orang Tua Desak Stop MBG Kalau Bikin Anak Jadi Korban