"Ini kan sifatnya kerelawanan ya, baru 616 orang relawan, dimana 1 RW baru 1 personel. Tentu kami akan memfasilitasi mereka dan dimungkinkan bertambah," kata Octo.
Ia menjelaskan setiap relawan damkar memiliki identitas dan nomor induk yang teregistrasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Jadi setiap seragam relawan ini ada nomor sendiri. Ketika aplikasi untuk registrasi ke Kemendagri sudah siap, mereka akan memiliki nomor induk di seragamnya. Itu merupakan identitas bagi relawan dan terdata hingga ke pusat," terang dia.
Damkar Kota Yogyakarta juga tetap memberikan penyuluhan kepada para relawan dari tiap seksi yang ada di instansi tersebut. Dalam satu tahun sedikitnya ada 20 kali pelatihan di tingkat kemantren yang diikuti para relawan nanti.
"Kita kan gabungan dari berbagai seksi ya. Nanti mereka mendapat ilmu dan bagaimana mencegah kebakaran, bahkan untuk penanganan korban dan juga penyelamatan," ujar dia.
Octo berharap dengan adanya relawan damkar, kebakaran yang terjadi di wilayah Jogja bisa lebih cepat diantisipasi. Sehingga dapat meminimalisasi korban dan kerugian material.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat