- Pemkot Yogyakarta menyediakan lima titik air minum gratis di Malioboro untuk kenyamanan wisata dan lingkungan.
- Air minum tersebut dipastikan aman dikonsumsi karena memenuhi standar kesehatan dan disaring UV.
- Fasilitas ini bertujuan mengurangi sampah plastik di kawasan cagar budaya yang sering dikunjungi wisatawan.
SuaraJogja.id - Pemerintah Kota Yogyakarta menghadirkan fasilitas air siap minum gratis di lima titik strategis sepanjang kawasan Malioboro. Selain kenyamanan wisata, hal ini sebagai upaya untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan serta pengurangan sampah plastik.
"Lima lokasi air siap minum ini berada di depan Hotel Grand Ina Malioboro, depan Jogja Library Center, depan pintu barat Kepatihan, depan Gedung Agung, serta di depan Benteng Vredeburg," kata Direktur Utama Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta, Dani Darmawan, Rabu (14/1/2026).
Disampaikan Dani, fasilitas air siap minum ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Malioboro.
Pengunjung bisa meminum langsung maupun mengisi ulang tumbler atau botol minum mereka.
Pihaknya menegaskan bahwa air siap minum yang disediakan telah melalui proses pengolahan yang aman dan memenuhi standar kesehatan. Dalam setiap fasilitas, telah dilengkapi dengan sistem penyaringan berlapis serta teknologi sinar ultraviolet (UV) yang berfungsi untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya.
"Air siap minum ini aman untuk dikonsumsi. Sistem penyaringan dan UV yang digunakan telah sesuai dengan ketentuan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, sehingga kualitas airnya terjamin dan layak konsumsi," ujarnya.
Selain menjamin kualitas air, pihaknya secara rutin melakukan perawatan dan pengecekan fasilitas tersebut. Pemeriksaan kondisi alat dan kualitas air dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu.
"Perawatan kami lakukan secara rutin, minimal seminggu dua kali. Ini penting agar kualitas air tetap terjaga dan alat berfungsi dengan baik," tandasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menyambut baik kehadiran fasilitas air siap minum di kawasan Malioboro yang juga merupakan kawasan cagar budaya.
Baca Juga: 5 Juta Wisatawan Diprediksi Masuk Jogja Saat Nataru, Titik Rawan Kecelakaan Perlu Diwaspadai
Ia menilai fasilitas ini memiliki dampak positif tidak hanya dari sisi kenyamanan wisata tetapi juga dari aspek lingkungan. Pihaknya berharap penggunaan botol minum plastik sekali pakai dapat makin ditekan.
Menurutnya, upaya pengurangan sampah plastik di kawasan Malioboro menjadi sangat penting mengingat tingginya jumlah kunjungan wisatawan setiap harinya. Kebiasaan kecil seperti membawa tumbler dinilai dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan dan kelestarian kawasan.
'Selain memanfaatkan, kami juga mengajak pengunjung untuk ikut merawat fasilitas ini demi kenyamanan bersama," tandas Fitria.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini