Budi Arista Romadhoni
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:06 WIB
Petugas SAR memantau wisatawan di salah satu pantai selatan di DIY. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kawasan pantai selatan Yogyakarta diprediksi ramai saat libur Isra Miraj, meningkatkan risiko kecelakaan laut akibat arus kuat dan palung.
  • Selama 2025, Pantai Parangtritis mencatat 25 kasus laka laut, dengan satu meninggal dan satu hilang, menyoroti bahaya wilayah tersebut.
  • Pemda DIY tingkatkan kesiagaan libur panjang dengan penambahan personel patroli 24 jam untuk mengantisipasi risiko kecelakaan.

SuaraJogja.id - Libur panjang peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada pekan ini diprediksi membuat Yogyakarta kembali dipadari wisatawan. Destinasi favorit yang bakal dikunjungi wisatawan diperkirakan kawasan pantai selatan.

Namun di balik ramainya kunjungan itu, potensi kecelakaan laut (laka laut) kembali menjadi perhatian serius. Karakter pantai selatan yang memiliki palung dan arus balik kuat membuat kawasan ini rawan menelan korban, terutama saat cuaca ekstrem masih mengancam.

Berdasarkan data SAR Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah III Pantai Parangtritis–Depok, Kabupaten Bantul, tercata  sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2025 terjadi 25 kasus kecelakaan laut di Pantai Parangtritis. Dari jumlah tersebut, 22 orang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, satu korban masih dinyatakan hilang, dan satu orang mengalami luka parah.

Kepala Satlinmas Satpol PP DIY, Chatarina Lusi Apriwidiyanti di Yogyakarta, Rabu (14/1/2026) mengungkapkan angka tersebut menunjukkan risiko kecelakaan di kawasan pantai selatan masih tinggi, terutama di titik-titik yang memiliki banyak palung dan arus balik.

"Parangtritis memang masih menjadi lokasi dengan kejadian paling banyak karena karakter pantainya yang memiliki banyak palung. Tapi sebenarnya hampir semua pantai di selatan itu berisiko," paparnya.

Karenanya menghadapi lonjakan wisatawan selama libur panjang Isra Miraj, Pemda DIY bersama Satlinmas Rescue Istimewa meningkatkan kesiapsiagaan.

Diantaranya menambah personel dan memperketat patroli di kawasan pesisir. Pengamanan pantai dilakukan 24 jam dengan sistem pembagian wilayah dan regu patroli.

" Satlinmas Rescue Istimewa memang sudah rutin berjaga setiap hari, baik hari biasa maupun hari libur. Namun saat libur panjang seperti ini, personel biasanya kami tambah agar pengawasan lebih optimal," paparnya.

Menurut Chatarina, wilayah pantai selatan dibagi dalam beberapa zona pengamanan, mulai dari wilayah 1 hingga wilayah 5 di sepanjang pesisir.

Baca Juga: DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai

Sementara wilayah 6 berada di Waduk Sermo dan wilayah 7 di Kaliurang. Setiap wilayah memiliki regu dengan jumlah personel berbeda, menyesuaikan luas area dan tingkat kerawanan.

"Sebagai contoh di wilayah 3, jumlah personelnya sekitar 57 orang, lalu dibagi dalam beberapa regu, masing-masing sekitar 15 orang per shift," jelasnya.

Selain menambah personel, petugas juga meningkatkan intensitas patroli serta kerja sama lintas instansi, seperti dengan Polairud dan Polisi Wisata. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi insiden, sekaligus memperkuat upaya pencegahan.

Upaya pencegahan, lanjut Chatarina, terus dilakukan melalui pemasangan papan peringatan dan imbauan langsung kepada wisatawan agar tidak bermain air terlalu ke tengah laut atau di zona berbahaya. Namun, kendala terbesar masih datang dari perilaku pengunjung yang kerap mengabaikan peringatan.

"Setiap hari petugas sudah mengingatkan pengunjung agar tidak berenang ke tengah atau mendekati palung. Tapi memang masih banyak yang ngeyel. Sudah diingatkan, tapi tetap mendekat ke area berbahaya, dan itu yang sering berujung kecelakaan," tandasnya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang masih fluktuatif turut memperbesar risiko. Sebab gelombang dan arus bisa berubah cepat tanpa disadari wisatawan.

Load More