SuaraJogja.id - Jajaran Polda DIY mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan Siskaeee tersangka aksi pamer payudara di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo beberapa waktu lalu. Sejumlah barang bukti tersebut mulai dari yang identik dengan hasil video hingga alat bantu produksi konten turut diamankan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIY AKBP Roberto Pasaribu menyebutkan, setidaknya ada tiga kategori barang bukti yang sudah dikelompokkan atas kejadian ini.
"Jadi kita bagi tiga kategori alat bukti ini. Di dalam prosesnya sendiri, barang bukti ada kamera, laptop, lampu sebagai yang digunakan dalam proses produksi konten," kata Roberto saat konferensi pers di Mapolda DIY, Selasa (7/12/2021).
Kemudian, ada pula barang bukti yang identik dengan hasil video mengandung konten pornografi yang viral di Bandara YIA. Di antaranya baju blazer abu-abu, rok hitam, dan kacamata.
"Kemudian (barang bukti) yang kita temukan identik, sudah ada 2.000 video dan 3.700 gambar ini akhirnya kita temukan berbagai macam barang-barang, tapi sebagian tidak kami tampilkan di sini. Itu ada baju blazer, rok hitam, dan kacamata," ungkapnya.
Selanjutnya terakhir, atau kategori ketiga, yakni hasil perolehan kejahatan yang dilakukan oleh tersangka sendiri, mulai dari mobil hingga beberapa perhiasan.
"Dari hasil perolehan kejahatan Itu ada berupa mobil perhiasan dan beberapa buku rekening yang kita jadikan alat bukti. Nanti di dalam transaksi keuangannya, termasuk dalam bentuk mata uang asing yang kami sita dilokasi saat penggeledahan," terangnya.
Diketahui sebelumnya barang-barang bukti tersebut didapat polisi melalui proses penggeledahan yang dilakukan di kamar indekost tersangka. Penggeledahan indekost yang berada di wilayah Condongcatur, Depok, Sleman itu dilaksanakan pada Minggu (5/11/2021) kemarin.
Seperti diketahui, nama Siskaeee mencuat setelah beredar sebuah video porno yang memamerkan alat vital dengan latar bandara YIA Kulon Progo.
Baca Juga: Detik-detik Siskaeee ditangkap, Kos Digeledah dan Ditanya-tanya
Setelah viral, polisi kemudian merespon dan berhasil menangkap sosok yang diduga Siskaeee di Bandung, Sabtu (4/12/2021) lalu. Sehari kemudian, ia langsung dibawa ke Polda DIY dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.
Yuli mengungkapkan berdasar hasil pemeriksaan oleh penyidik Siskaeee mengaku tidak hanya melakukan porno aksi di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) saja. Melainkan sudah kerap bikin video yang sama di sejumlah ruang publik.
"Menurut pengakuan S ada beberapa lokasi di Yogya yang dijadikan tempat tersangka S untuk melakukan aksinya selain yang di bandara YIA," kata Yulianto kepada wartawan, Minggu (5/12/2021).
Dalam perkara ini, Siskaeee telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditetapkan tersangka usai diperiksa secara intensif oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).
Yulianto mengatakan Siskaeee langsung menjalani pemeriksaan setibanya di Yogyakarta. Dia diperiksa dengan didampingi kuasa hukum yang telah disiapkan.
Penangkapan terhadap Siskaeee ialah buntut dari viralnya video pamer payudara di Bandara YIA. Video tersebut diduga diunggah oleh Siskaeee pada 23 November 2021 lalu.
Berita Terkait
-
Detik-detik Siskaeee ditangkap, Kos Digeledah dan Ditanya-tanya
-
Sambangi Polda DIY, Siskaeee Terduga Pemeran Video Porno Jalani Pemeriksaan
-
Siskaeee Kerap Melakukan Aksi Eksibisionisme, Apakah Sudah Pasti Gangguan Jiwa?
-
Geledah Indekos Siskaeee, Polisi Amankan Sejumlah Barang
-
Dalami Gangguan Perilaku Siskaeee, Polisi Lakukan Pemeriksaan Psikologi
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana
-
Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika
-
Leo Pictures Gelar Gala Premiere Terbesar: 'Jangan Buang Ibu' Bakal Sentuh Hati Penonton Indonesia
-
Rupiah Melemah, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Kurs Kembali ke Rp15 Ribu