SuaraJogja.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan energi meliputi avtur, BBM, dan LPG menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan energi.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menyatakan bahwa stok dalam kondisi sangat aman. Terkait proses distribusi avtur, BBM dan LPG, pihaknya selalu memantau.
"Kami selalu memantau proses distribusinya melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC) dan dashboard digitalisasi SPBU," ungkapnya, Jumat (17/12/2021).
Selain itu, pihaknya juga mengaktifkan satuan tugas saat Nataru guna menjamin dan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap aman.
"Untuk menjamin hal tersebut, kami juga kembali mengaktifkan satuan tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) untuk memastikan seluruh kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik," katanya.
Pertamina telah menghitung proyeksi peningkatan konsumsi energi masyarakat selama masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Setidaknya di wilayah jawa bagian tengah akan ada peningkatan kebutuhan sekitar +10% untuk Gasoline (bensin), -2% untuk Gasoil (diesel), +6% untuk LPG, dan +29% untuk Avtur dibandingkan dengan kebutuhan pada bulan Oktober 2021.
Untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menurut perhitungannya, akan terjadi kenaikan sebesar 10 persen untuk BBM jenis Gasoline yaitu dari 1.702 kiloliter (KL) per hari menjadi 1.877 kiloliter per hari.
"Sedangkan untuk diesel turun satu persen dari 442 KL per hari menjadi 437 KL per hari," jelasnya.
Sementara untuk kebutuhan LPG rumah tangga, diperkirakan akan meningkat 5 persen dari 459 Metric Ton (MT) per hari naik menjadi 482 MT per hari. Lantas untuk kebutuhan avtur atau untuk di Bandara Adisutjipto akan naik 5 persen dari 210 KL per hari menjadi 221 KL per hari.
Baca Juga: Investor Asing di DIY Perlu Diawasi, Kantor Imigrasi Butuh Sinergi dengan Pemda
"Kenaikan cukup signifikan terjadi di Bandara YIA yakni 29% dari 41 KL per hari menjadi 53 KL per hari," katanya.
Menurut dia, berkaca dengan tren-tren sebelumnya, kenaikan itu lantaran DIY adalah destinasi wisata. Maka kebutuhan avtur juga dipastikan meningkat.
"Kalau dilihat dari tren yang sebelumnya, kebutuhan avtur di DIY ini tinggi karena salah satu tujuan wisata dan memang rute penerbangannya juga banyak, baik yang dari maupun ke DIY," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci
-
Prabowo Rombak Buku Pelajaran karena Font Kekecilan, Dewan Pendidikan DIY Sebut Tak Urgen