SuaraJogja.id - Pemerintah pusat batal menerapkan PPKM level 3 saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Alhasil, objek wisata dan sejumlah tempat publik diizinkan beroperasi tapi harus menaati protokol kesehatan (prokes) agar tak terjadi penularan Covid-19.
Untuk itu, hotel dan restoran yang tercatat sebagai anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mewajibkan pengunjung atau tamu untuk memindai QR code pada aplikasi PeduliLindungi saat memasuki area hotel dan restoran.
Ketua Satgas Covid-19 Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI DIY, Herryadi Baiin menerangkan, pelaku wisata diminta untuk melaksanakan hal tersebut supaya tidak terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Imbauan itu juga sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan Instruksi Gubernur (Ingub) DIY," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/12/2021).
Dengan demikian, masyarakat yang akan menghabiskan Nataru di DIY diimbau untuk menyiapkan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga saat sampai di hotel ataupun tempat wisata sudah siap dan tidak menimbulkan antrean yang panjang.
"Kalau enggak disiapkan lebih awal nanti pada saat sampai di lokasi harus buka gawainya dulu lalu memindai QR code-nya. Itu kan perlu waktu, jadi bisa menimbulkan antrean," papar dia.
Sektor pariwisata di DIY, sambungnya, memiliki pengalaman berharga saat terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Lebaran 2020 dan Tahun Baru 2021 yang berimbas ditetapkan PPKM Darurat. Dampaknya ialah sektor pariwisata mandeg, terutama industri perhotelan.
"Maka dari itu kami mengimbau kepada seluruh anggota PHRI DIY untuk memastikan betul-betul penerapan prokes," katanya.
Menurutnya, penerapan PeduliLindungi merupakan langkah untuk skrining awal bagi pengunjung atau wisatawan. Dari aplikasi tersebut diharapkan dapat mendeteksi orang yang bergejala virus corona.
Baca Juga: Penjual Hasil Laut di Pangandaran Dapat Berkah Jelang Natal dan Tahun Baru 2022
"Jika itu dilaksanakan harapan kami pariwisata di DIY tetap stabil sebagaimana yang sudah sedikit terasa pada tiga bulan terakhir, yakni Oktober, November dan Desember," imbuh dia.
“Bangkitnya pariwisata tergantung dari penanganan dan kepatuhan kita semua untuk melaksanakan prokes dan tidak melaksanakan kegiatan perayaan malam Tahun Baru dengan pesta/hiburan yang menimbulkan kerumunan,” katanya.
Berita Terkait
-
Jelang Nataru, PHRI DIY Minta Pemerintah juga Awasi Hotel dan Restoran Non Anggota
-
PPKM Level 3 Dibatalkan, PHRI DIY: Jangan Sampai Angin Segar Jadi Topan
-
Khawatir Kembali Merugi, PHRI DIY Desak Ketegasan Aturan PPKM Level 3 Saat Nataru
-
Okupansi Hotel Naik, PHRI DIY: Belum Sepenuhnya Pulih, Masih Efisiensi
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Gustavo Tocantins Dipastikan Absen Lawan Persela Lamongan
-
Waktu Buka Puasa di Jogja Hari Ini 25 Februari 2026: Cek Jam Magrib Tepat di Sini!
-
Buka Puasa Hemat di Pusat Kota Jogja! Malyabhara Hotel Tawarkan All You Can Eat Hanya Rp139 Ribu