Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW
Sabtu, 25 Desember 2021 | 12:51 WIB
Ketum PSI Giring Ganesha di Surabaya [SuaraJatim/Dimas Angga]

SuaraJogja.id - Ketua Umum PSI Giring Ganesha dihujani kritik karena pidatonya yang berapi-api di depan Presiden Jokowi. Dalam pidato tersebut, ia diduga memberikan sindiran untuk Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan.

Salah satunya dilontarkan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Partai Priboemi Heikal Safat. Ia menghujat pidato Giring di depan Jokowi yang menyindir Anies sebagai ucapan tidak elok.

Dijelaskan Heikal, pidato Giring sangat tendensius karena menyudutkan salah seorang kandidat calon presiden 2024 yang justru memiliki pesan membuat gaduh.

Tak hanya itu, apa yang telah ditegaskan Giring di depan Jokowi dinilai sebagai pernyataan murahan yang bisa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Viral! Wajah Bunda Maria Diedit Jadi Presiden Jokowi, Warganet Murka: Tangkap Pelakunya

“Saya tegaskan kepada Dik Giring Nidji silakan berbeda pilihan, keharmonisan, persatuan, dan kesatuan tetap ditegakkan,” ungkap Heikal di Jakarta.

Giring bahkan disebut tidak mampu memberikan suara merdunya ketika menjadi seorang vokalis, dan di dunia politik justru eks vokalis band Nidji ini memiliki suara fals ketika berpidato politik.

“Artinya saya anggap Ketum PSI Giring Nidji sudah tidak lagi semerdu saat bernyanyi,” kata Heikal.

Sebagai politisi, Giring dinilai terlalu mencolok untuk mencari panggung dalam pertarungan politik, sehingga saat berkomentar sering terjebak dengan menggunakan cara yang dianggap publik kurang etis.

Karenanya dalam beberapa pernyataannya, Giring sangat terkesan membuat propaganda murahan untuk bisa menaikkan elektabilitas figurnya sebagai ketum partai menuju Pilpres 2024.

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Kritik Seremoni Pembagian Dana Bantuan Parpol: Seolah-olah Inisiatif Anies

“Dalam berpolitik menurut saya, pernyataan tendensius yang diduga dilakukan oleh Giring Nidji sebagai Ketum Parpol sangat tidak patut dicontoh, justru seharusnya dalam berkomentar secara sehat dengan mengedukasi masyarakat, apalagi masyarakat di seluruh Indonesia saat ini sudah sangat cerdas dalam berpolitik,” ujar Heikal.

Load More