SuaraJogja.id - Perempuan berinisial TH (41), harus berurusan dengan borgol polisi, usai ditangkap karena dilaporkan menggelapkan uang milik apotek tempatnya bekerja hingga Rp1,6 miliar.
KBO Sat Satreskrim Polres Sleman Ipda Muh Safiudin mengungkap, dugaan penipuan yang dilakukan oleh tersangka TH dimulai sejak Oktober 2019 hingga Juni 2020. Apotek yang menjadi sasaran penggelapan tersangka merupakan apotek pelat merah yang berlokasi di wilayah Jln.Kaliurang, Kabupaten Sleman.
"Tersangka menggunakan uang hasil penjualan obat di apotek, yang kemudian untuk menutupi perbuatannya, pelaku membuat laporan transaksi palsu," ujarnya, di Mapolres Sleman, Selasa (28/12/2021).
Bermotif ekonomi, tindakan pelaku berawal saat ia bekerja sebagai apoteker yang dipercaya mengelola satu unit apotek.
Namun demikian, dalam perjalanannya, uang penjualan beberapa obat tak diserahkan seluruhnya kepada perusahaan.
"Tiap menyetor, uangnya tidak seluruhnya diserahkan ke perusahaan. Untuk menutupi perbuatan, pelaku membuat beberapa laporan transaksi palsu," terangnya.
Akibat perbuatan tersangka, apotek tersebut mengalami kerugian mencapai Rp1,6 miliar.
"Pelaku merupakan residivis terkena kasus perkara sama di apotek yang lain," tambahnya.
Selain menangkap tersangka, aparat juga menyita barang bukti berupa laporan hasil audit apotek dari auditor internal di Yogyakarta dan surat perjanjian kerjasama antara perusahaan dan tersangka. Selain itu, biodata atau surat yang dicantumkan tersangka dalam lamaran kerjanya. Berikut pula daftar rincian gaji dan dokumen transaksi, piutang fiktif.
Baca Juga: Turunkan hingga 600 Personel, Polres Sleman Siap Awasi Rangkaian Libur Nataru
"Ada dokumen surat dari Rumah Sakit (RS) yang disebut tersangka telah membeli obat namun belum membayar. Setelah dicek ke RS, ternyata RS tidak melakukan transaksi tersebut," imbuhnya.
Tersangka yang diketahui beridentitas sebagai warga Kalimantan Barat itu, ditangkap di Jakarta.
"Saat dilaporkan, tersangka sudah berstatus resign dari apotek lama dan bekerja di sebuah apotek di Jakarta," terangnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TH disangkakan pasal 374 KUH Pidana tentang penggelapan kaitan jabatan. Ancaman maksimal lima tahun penjara.
Kanit IV Sat Reskrim Polres Sleman Iptu Apffryadi menuturkan, kerugian Rp1,6 miliar merupakan nilai barang stok yang ada di apotek.
"Sejauh hasil penyelidikan, tersangka melakukan aksinya sendiri," kata Apfry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi