SuaraJogja.id - Kejahatan jalanan atau klitih di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali marak dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan dari catatan Polda DIY terdapat peningkatan jumlah laporan kasus kejahatan jalanan pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 lalu.
Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM), Arie Sujito menyatakan bahwa penanganan klitih tidak bisa hanya dilakukan pada saat fenomena tersebut kembali marak. Namun harus bisa dilihat dan dipahami dari spektrum yang lebih luas.
"Klitih ini jangan hanya ditangani pada saat peristiwa dianggap darurat. Kan kadang-kadang bermunculan terus kemudian tidak lagi bermunculan," kata Arie melalui sambungan telepon, Selasa (4/1/2022).
"Ibarat rantai kekerasan memang secara faktual gitu kan seolah-olah memang nggak ada buktinya kan antara kelompok itu. Tapi sebagai gejala sosial sebetulnya penanganan klitih itu bukan hanya pada darurat semata tetapi harus dilihat dalam spektrum yang lebih luas," sambungnya.
Arie tidak memungkiri jajaran kepolisian mempunyai tanggungjawab untuk menangani kasus tersebut. Terkhusus melalui tindakan hukum yang kemudian sudah sering dilakukan.
Namun, kata Arie, langkah itu saja tidaklah cukup efektif untuk membuat kejahatan jalanan itu sepenuhnya musnah. Dalam artian persoalan tersebut tidak bisa hanha diselesaikan secara hukum semata.
"Kita harus melakukan koreksi misalnya anak-anak muda yang SMP atau SMA itu kenapa kok begitu? Apakah ini juga bagian dari disorientasi anak-anak itu?," ucapnya.
Jika kemudian, ia mencontohkan jika kemudian pendidikan bukan lagi sebagai sebuah solusi dalam persoalan ini. Justru hal itu yang lantas perlu dikoreksi untuk menangani masalah anak-anak muda itu dengan strategi pendidikan lagi.
"Misalnya ya sekolah itu dalam situasi gini harus ikut cawe-cawe (terlibat) gitu. Apakah bisa mengcreate sesuatu yang membuat anak-anak tertarik dengan pendidikan. Tidak lagi menjadi beban, bisa jadi kan klitih ini sebagai pelarian karena mereka disorientasi ya," tuturnya.
Baca Juga: Pokja Genetik UGM Sebut Varian Omicron Belum Terdeteksi di DIY
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana bakal mengaktifkan lagi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) sebagai upaya menekan kejahatan jalanan atau klitih di wilayahnya. PIKR sendiri akan menjadi tempat edukasi terkait dengan perilaku menyimpang para remaja.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan sebenarnya PIKR sudah lama dibentuk sebagai bentuk atensi terhadap kasus klitih di Bumi Sembada. Tidak hanya memberikan edukasi tapi PIKR juga berkontribusi dalam pembentukan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.
"Ini kan sebenarnya bahasa antar remaja ya. Kita juga sudah lakukan itu dan akan diintensifkan lagi melalui PIKR dan edukasi sebaya nanti hingga tingkat Dasawisma juga," kata Kustini.
Sebelumnya berdasarkan catatan yang dimiliki Polda DIY tren aksi kejahatan jalanan pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2020 lalu. Pada 2020 tercatat ada 52 laporan sementara pada 2021 ada 58 laporan.
Pada tahun 2020 lalu ada 38 kasus kejahatan jalanan yang selesai ditangani. Sementara di 2021 ada 40 kasus kejahatan jalanan yang selesai.
Dari sisi pelaku kejahatan jalanan dalam satu tahun terakhir pun turut mengalami kenaikan. Setidaknya tercatat 91 orang pelaku yang berhasil diamankan jajaran kepolisian pada tahun 2020. Sedangkan di tahun 2021 naik menjadi 102 orang pelaku yang diamankan.
Berita Terkait
-
Wisatawan Takut Klitih dan PPKM, Okupansi Hotel Sleman Saat Nataru Tak Sampai 50 Persen
-
Viral Video Diduga Klitih di Barat Tugu Kota Jogja, Begini Kronologinya
-
Marak Klitih, Viral Baliho Solo Dipasang di Jogja Promosi Liburan Aman
-
Respons Komentar Curiga Sultan tentang Klitih, dr Tirta: Wajar Kami Panik
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Curhat ke Sri Sultan, GNB Ungkap Krisis Kepercayaan Publik pada Negara Kian Mengkhawatirkan
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Ini Sekolahku Gelar Kegiatan Edukatif Sekolah Dasar
-
Satgas PPKPT Pastikan Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan dan Perundungan
-
Minta Rp15 Juta Tak Kunjung Diberi, Anak di Bantul Bakar Rumah Orang Tuanya