SuaraJogja.id - NY (50) warga Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul tega mencabuli putri kandung sendiri yakni FD (17). Perbuatan itu sudah dia lakukan sejak FD duduk di kelas 5 SD.
"Tindak pencabulan tersebut sebenarnya telah bergulir sejak korban masih duduk di bangku SD tepatnya saat dia kelas 5 SD. Perbuatan cabulnya berulang terus dan korban dicabuli lebih dari lima kali," ungkap Kapolres Bantul AKBP Ihsan dalam konferensi pers di Mapolres Bantul, Rabu (5/1/2022).
AKBP Ihsan mengatakan, saat korban duduk di kelas 1 SMP, pelaku kembali mencabulinya sebanyak tujuh kali. Tidak berhenti di situ, ketika korban sudah duduk di kelas 1 SMK juga dicabuli.
"Ini terus berulang (pencabulan) karena korban merasa tertekan lantaran pelaku meminta untuk melayani nafsu bejatnya," terangnya.
Akhirnya korban melapor ke guru BK karena sudah tidak tahan dengan perlakuan ayah kandungnya. Kemudian dilakukan konseling terhadap korban.
"Korban dihubungi terus oleh pelaku untuk melakukan pencabulan. Pelaku kirim WA kepada korban intinya ingin mengajak berhubungan intim tapi ditolak. Korban diancam tidak akan diberi uang apabila menolak ajakannya," ujarnya.
Atas dasar inilah guru BK menghubungi kepala dukuh setempat dan Bhabinkamtibmas kemudian mendatangi kediaman pelaku, lalu pelaku dibawa ke Polsek Pandak untuk diperiksa terkait informasi dari korban. Dari perkembangan di lapangan lalu dibawa ke Polres Bantul dan diperiksa secara marathon.
"Termasuk kami hadirkan psikologi untuk memberi keterangan termasuk kondisi psikis korban. Dari hasil pemeriksaan kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena tetangga korban sudah marah melihat perbuatannya," katanya.
Menurutnya, motif pelaku mencabuli anaknya sendiri karena menyukainya walau anak kandung sendiri. Dari keterangan pelaku, dia menderita hypersex. Bahkan pelaku menghamili adik iparnya hingga melahirkan anak.
Baca Juga: Sektor Pertanian Jadi Unggulan Setelah Pariwisata, DKPP Bantul Gagas IP 400
"Anak dari hasil hubungan dengan adik iparnya sekarang berusia 4 tahun. Dari sini kami simpulkan bahwa pelaku hypersex," terangnya.
Adapun modus pencabulan yakni dilakukan di dalam kamar kemudian mencium pipi korban, meraba-raba payudara, memegangi bagian sensitifnya, termasuk diperintahkan untuk memegang penis pelaku.
"Terkadang pelaku menggesekan alat kelaminnya ke alat vital korban. Jadi seperti ini dilakukan berkali-kali dan kroban merasa terancam," ujarnya.
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara paling singkat lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan
-
Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan
-
Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir
-
Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas
-
Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Bank Mandiri Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Inovatif