SuaraJogja.id - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akhirnya bersuara terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan salah satu mahasiswa sekaligus aktivis kampus tersebut, MKA/COD kepada teman sekampusnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Komite Disiplin dan Etik Mahasiswa UMY, pelaku sudah mengakui perbuatannya.
Karenanya pihak kampus pun mengambil kebijakan tegas kepada pelaku. Rektor UMY, Gunawan Budianto memutuskan untuk memberikan sanksi maksimal MKA dengan mengeluarkan pelaku dengan tidak hormat.
"Pelaku diberhentikan secara tetap dengan tidak hormat setelah melakukan investigasi yang cukup lama," ujar Gunawan di kampus setempat, Kamis (06/01/2022).
Menurut Gunawan, dari sidang Komite Disiplin dan Etik Mahasiwa sejak 2 hingga 5 Januari 2022 lalu, kebijakan pemberhentian pelaku sesuai dengan Pasal 8 Peraturan Rektor UMY Nomor 017/PR-UMY/XI/2021 tentang Disiplin dan Etika Mahasiswa UMY. Pelaku terbukti dan mengaku telah melakukan perbuatan asusila sebagaimana tercantum dalam Pasal 24 Peraturan Rektor UMY Nomor 017/PR-UMY/XI/2021.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi Tahun 2017 itu ternyata tidak hanya melakukan pmerkosaan pada satu korban. Pihak kampus menemukan pelaku juga melakukan tindakan serupa kepada dua korban lain.
Pelaku melakukan pelanggaran kode etik yang dinilai sangat berat. Untuk itu diputuskan sanksi maksimal dengan pemberhentian secara tetap dengan tidak hormat.
"Kita punya sanksi ringan, menengah dan berat. Perbuatan zinah dan asusila masuk ke pelanggaran berat sehingga diberikan sanksi maksimal diberhentikan secara tidak hormat," tandasnya.
Rektor menambahkan, UMY akan memberikan pendampingan psikologis kepada para korban MKA. Pendampingan dilakukan oleh Pusat Layanan Konseling di Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA).
UMY juga akan menyerahkan proses hukum pelaku kepada pihak berwajib. Namun kampus akan memberikan pendampingan hukum melalui Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UMY apabila korban menginginkan kasus tersebut dibawa ke ranah hukum.
Baca Juga: Korban Pemerkosaan di Riau Cabut Laporan, Ternyata Diberi Uang Rp 80 Juta
"Kam berkomitmen untik menjaga lingkungan kampus dengan mengedepankan zero tolerance terhadap pelanggaran etika dan disiplin yang mengarah pada kasus kriminal," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh
-
BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga
-
Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan
-
Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal
-
BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan