SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan untuk menekan angka kemiskinan pada tahun ini sekitar satu persen. Pada 2021 angka kemiskinan di Bumi Projotamansari meningkat yakni 14,04 persen, yang mana sebelumnya pada 2020 yakni 12,5 persen.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, kemiskinan bukan sekadar urusan pendapatan. Namun, pengertian kemiskinan adalah orang yang tidak memiliki akses kepada kehidupan yang layak seperti lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, makanan, dan pekerjaan.
Sementara angka kemiskinan 14,04 persen sudah berisi nama serta alamat orang yang berada dalam garis kemiskinan. Sehingga strategi penanggulangannya adalah sektor-sektor ekonomi yang diampu oleh organisasi perangkat daerah (OPD) harus diarahkan untuk menyasar by name by address.
"Maka di sini diperlukan peta overlay kemiskinan," ujarnya, Rabu (12/1/2022).
Dijelaskannya, overlay ialah memetakan kantong-kantong kemiskinan yang ada di Bantul kemudian ditumpangi sektor unggulan di wilayahnya. Sektor yang dimaksud antara lain sektor industri, sektor pertanian, dan pariwisata.
"Semisal di daerah kemiskinan seperti Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri setelah dipetakan ternyata sektor unggulannya pertanian. Maka sektor pertanian yang harus dimajukan," terangnya.
Halim menilai bahwa upaya menekan angka kemiskinan sebesar satu persen butuh yang sangat besar. Dengan peta overlay kemiskinan, harapannya bisa diketahui mana saja sektor-sektor andalan di kantong-kantong kemiskinan.
"Tahun ini kami targetkan kemiskinan turun sekitar satu persen, ini berat lho. Dengan peta overlay kemiskinan bisa tahu apa saja sektor andalan di kantong-kantong kemiskinan," kata dia.
Selain itu, sambungnya, kemiskinan juga menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mengatakan, orang yang punya kemampuan dan pendidikan yang memadai berpotensi untuk lebih cepat keluar dari kemiskinan. Sementara banyak orang miskin merupakan lulusan SD dan SMP.
Baca Juga: Tambah Satu Pasien Covid-19, Kasus Aktif di Bantul Satu Orang
"Berarti ini soal pengembangan SDM yang harus jadi salah satu upaya kami dalam menanggulangi kemiskinan. Maka pelatihan-pelatihan yang diampu OPD harus menyasar orang-orang miskin," katanya.
Salah satu caranya dengan memberi pelatihan kerja. Semisal OPD perindustrian memberi pelatihan tentang finishing mebel.
"Maka peserta yang ikut harus 50 persennya adalah warga yang miskin," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Jaringan 7.500 Unit Kerja Jadi Kekuatan BRI Percepat Penyaluran KPR Subsidi
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah