SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus melakukan pembenahan di setiap sudut wilayahnya. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah yang dilakukan kepada Lapangan Denggung Sleman.
Jika dulu muncul kesan tidak terawat saat melihat lapangan yang juga dijadikan sebagai Alun-alun Sleman itu. Kini masyarakat akan dibuat pangling dengan penampilan barunya.
Berdasarkan pengamatan SuaraJogja.id di lapangan, hal yang paling mencolok terlihat dari rumput Lapangan Denggung sendiri. Saat ini rumput yang tumbuh di sana sudah lebih terawat berkat proses penataan beberapa waktu lalu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Maguwoharjo, Sumadi menuturkan proses penataan Lapangan Denggung itu sebenarnya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman. Sedangkan UPT sendiri akan diberikan tanggungjawab untuk pengelolaan nantinya.
"Kalau pembangunan atau penataan (Lapangan Denggung) itu kan dari DLH, kalau sudah selesai dirawat nanti pengelolaan baru ke kami (UPT)," kata Sumadi saat dihubungi awak media, Rabu (19/1/2022).
Kendati begitu, Sumadi menjelaskan proses penataan sendiri sudah di mulai sejak tahun kemarin. Dengan pelaksanaan terakhir atau selesai pengerjaan pada akhir tahun 2021 lalu dan saat ini masih dalam tahap perawatan.
"Berdasarkan SK Bupati kan kami yang harus mengelola tapi kalau ada apa-apa saya juga koordinasi dengan DLH karena yang punya gawe sana. Mungkin ini karakternya rumput kayak gini, cara penanganannya gimana, itu saya belum dikasih manual booknya," ungkapnya.
Sumadi sendiri saat ini belum bisa menjelaskan secara detail terkait dengan jenis rumput yang dipakai. Namun ia menyebut jenis rumput yang ada di Lapangan Denggung berbeda dengan rumput stadion.
"Belum dikasih tahu jenis rumputnya. Beda (dengan yang di stadion). Itu sama yang Pemda, depan BPBD itu. Jenisnya itu saya juga belum tahu," terangnya.
Baca Juga: Dokter Palsu Layani Perawatan Kecantikan di Padang Ditangkap
Nantinya, kata Sumadi, Lapangan Denggung akan diserah terimakan terlebih dulu dari pemborong kepada pemerintah daerah. Baru setelah itu diteruskan kepada BKAD hingga akhirnya ke UPT.
"Kalau dari BKAD ke UPT itu tidak diserah terimakan secara langsung karena itu sudah menjadi kewenangan kewajiban kami untuk merawat itu. Nanti biasanya dari Pemda aja ke BKAD untuk dicatat sebagai aset," jelasnya.
Penyerahan Lapangan Denggung sendiri kepada UPT direncanakan pada tahun ini. Saat ini hanya tinggal menunggu selesai perawatan saja.
"Semoga tahun ini sudah selesai perawatan lalu kita kelola," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Dokter Palsu Layani Perawatan Kecantikan di Padang Ditangkap
-
8 Potret Transformasi Mayang Glow Up, Perawatan Hingga Rp 80 Juta
-
8 Kandungan pada Kosmetik Ini Bisa Saja Merusak Kulit, Kamu Harus Waspada!
-
Pemerintah Bakal Hapus Honorer, Bagaimana Nasib 1.000 Pegawai Harian Lepas di Sleman?
-
Ramah Lingkungan, Skincare Ini DIklaim Punya Kandungan Bahan Alami
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Sempat Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Siswa di Sleman Akhirnya Kembali Bersekolah
-
Kinerja Semester I Lampaui Ekspektasi, Saham BBRI Direkomendasikan Buy oleh Analis
-
Duh! 9.216 Keluarga di Bantul Kehilangan Bansos karena Terindikasi Judol
-
Kematian Bambang hingga Ricuh di Simpang Gramedia, Pakar: Jangan Biarkan Ormas Jadi Polisi Jalanan
-
Gagal Amankan Aksi di Simpang Empat Gramedia, JPW Kecam Pembiaran Bentrokan dan Keterlibatan Ormas